Senin, 04 Juni 2012

Sejarah Desa Suci Merupakan Tempat Penyucian Diri


Kab. Cirebon, (SC).- Semula Desa Suci merupakan tempat penyucian diri, namun sejarahnya diangkat dari Pangeran Suci Manah. Hingga kini Desa Suci terkenal sebagai tempat penyucian diri atau untuk membersihkan dari kesalahan yang melanggar agama. Sejarah itu lahir sekitar abad ke 16, sedang kepemerintahannya dari abad ke 16 sampai 18, Desa Suci dijabat sekitar 12 kuwu termasuk Kuwu Roba.
Menurut Kuwu Desa Suci, Roba, kini pekerjaan masyarakat di desa ini lebih banyak kaum buruh pabriknya, jumlahnya hampir 80%, sedang sisanya adalah petani. Masyarakat Desa Suci memiliki kebiasaan yang baik yakni selalu bergotong royong dalam memajukan desanya. Selain itu, masyarakat pun selalu menjaga kebersihan dan kerapihan, ini sesuai dengan nama desanya yaknki Suci, “jadi semuanya harus bersih dan rapih,” terang Kuwu Roba, Jum’at (20/04).
Dijelaskan, saat ini jumlah penduduk di desa ini sekitar 3.202 jiwa, terdiri dari laki-laki 1.554 jiwa dan perempuan 1.648 jiwa, sedang jumlah aparatur yang dimiliki desa ini terdapat 3 RW dan 13 RT. Selain jumlah penduduk, pendidikan di desa ini pun tergolong maju dan lengkap seperti, Sekolah Dasar, TK, PAUD dan MD. “sebelum kuwu Roba menjabat belum ada gapura, setelah kuwu Roba menjadi kuwu perubahan Desa Suci sangat maju pesat dan sudah dibanguan 3 gapura, jalan-jalan pun rapih hingga 90%,” terang warga setempat.
Meski jumlah penduduknya banyak dan lebih di dominasi oleh kaum buruh pabrikan, ternyata Desa Suci mampu menjadi juara I di Kecamatan Mundu. Keberhasilan itu dinilai dari kebersihan dan kerapihan. Sedang masalah pajak, kuwu Roba berjanji masalah perizinan apapun, administrasinya akan diperkecil. Ini bertujuan untuk lebih majukan desa sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat. (Andri/SC**)

0 komentar

Posting Komentar