Senin, 04 Juni 2012

Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Butuh Perhatian Pemerintah Belum Miliki Gedung, 160 Siswa Belajar Seadanya


Kab. Cirebon, (SC).-
Keceriaan siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah (DTA), di Desa Sendang, Kecamatan Sumber, Kab.Cirebon, rupanya menjadi obat penawar bagi kesedihan para guru setempat. Bagaimana tidak, selama hampir lima tahun lebih DTA Sendang masih belum memiliki gedung atau ruang belajar sendiri. Setiap harinya mereka pun harus belajar dengna menumpang di SDN 1 Sendang. Rasanya tak nyaman belajar bukan di gedung milik sendiri, apalagi jumlah siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Sendang sudah mencapai 160 siswa, jumlah yang sangat fantastis bagi sekolah setingkat DTA.
Layaknya siswa sekolah lainnya, siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Sendang ini tetap semangat untuk belajar. Sekalipun harus terlebih dahulu menunggu kepulangan siswa SDN 1 Sendang, karena memang jam belajar para siswa tersebut sekitar pukul 14.00 wib. Meski kondisi ini berlangsung hingga lima tahun lebih, tak membuat para guru dan siswa patah semangat untuk belajar. Tak heran berbagai prestasi pun mampu diraihnya dari berbagai perlombaan, baik akademik (pengetahuan-red) maupun lomba hafalan juga keterampilan.
Jumlah 160 siswa sebetulnya sudah cukup menjadi bukti, jika masyarakat setempat sangat merespon terhadap keberadaan Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah (DTA) Sendang. Apalagi segudang prestasi sudah diraihnya. Namun bagaimana dengan sikap Pemerintah daerah setempat, masihkah belum cukup bagi Pemerintah Kab.Cirebon, pejabat di Kantor Kementrian Agama Kab.Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terketuk melihat semangat para siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah tersebut untuk tetap bisa bersekolah, sekalipun mereka harus mempergunakan gedung atau ruang belajar milik sekolah lain.
Drs. Opik, Kepala Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Sendang saat dihubungi Suara Cirebon berharap, Pemkab maupun Kantor Kementrian Agama bisa memberikan perhatian terhadap sekolah ini. Mengingat hampir setiap tahunnya jumlah siswa di sekolah DTA Sendang terus bertambah. Paling tidak bisa dibangunnya sarana pendidikan agar siswa siswi disini merasa nyaman dalam belajar, karena mereka juga adalah anak bangsa yang harus diperhatikan dan mendapatkan pendidikan yang layak.
“Sudah lima tahun kami belajar di sekolah milik orang lain, karena memang kami belum memiliki gedung sendiri. Tapi mereka tetap semangat untuk bersekolah, kondisi ini juga tak membuat siswa bermalas-malasan, justru mereka semakin bersemangat dan Alhamdulillah  berbagai prestasi pun banyak diraih siswa-siswi disini. Untuk itu patut kiranya kami ucapkan banyak terima kasih kepada para guru yang telah banyak membimbing dalam proses belajar mengajar di sekolah, terima ksih pula untuk masyarakat yang telah mendukung pendidikan di sekolah DTA Sendang ini, bahkan terima ksih yang setinggi-tingginya untuk kepala sekolah dan para guru di SDN 1 Sendang yang telah membolehkan siswa siswi DTA Sendang belajar di gedung tersebut. Mereka semualah yang telah mendorong dan memajukan prestasi siswa DTA Sendang,” ucap Kepala Sekolah bernada sedih. (MI/CD/SC)

0 komentar

Posting Komentar