Minggu, 03 Juni 2012

Pendidikan di Sekolah Agama Lebih Menjanjikan


KOTACIREBON, (SC).-
Saat ini orang tua lebih memilih pendidikan umum ketimbang sekolah agama, terutama di lingkungan pendidikan TK. Selain karena soal gengsi, soal harapan pun pendidikan umum dianggap lebih siap mengikuti zaman ketimbang di sekolah agama. Padahal dampak dari globalisasi justru mengharuskan anak memiliki basic agama yang kuat. Maka TK Islam atau PAUD yang bernafaskan agamalah yang seharusnya dibutuhkan pada era sekarang ini.
Apalagi pengaruh budaya barat yang begitu kuat terhadap prilaku anak di luar, termasuk dunia digital (teknologi), tentu orang tua harus benar-benar memberikan basic agama yang kuat sejak dini kepada anak agar tidak terkena virus barat yang terkadang bisa merusak moralitas dan prilaku anak. Di era sekarang persaingan memang tak selalu ada di dunia bisnis, di dunia pendidikan pun persaingan mulai bermunculan. Baik antar yayasan, maupun institusi pendidikan itu sendiri.
Bagi sekolah yang penyelenggaraan pendidikannanya agama tentu persaingan itu semakin sehat dan bisa memajukan, terutama  bagi kemajuan siswanya di bidang agama. Namun persoalannya akan lain jika sekolah agama harus bersaing dengan sekolah-sekolah yang berbasic umum terutama di lingkungan TK maupun PAUD. Bahkan ironisnya, sekolah-sekolah umum justru lebih laku ketimbang sekolah-sekolah yang berbasic agama. Padahal pengetahauan agama lebih siap terutama dalam mencegah derasnya arus globalisasi dunia.    
Sebagaimana diutarakan Rukiyah selaku kepala sekolah TK RQ, yang berada di Jln Panjunan no 27, Kota Cirebon. Menurutnya, kondisi saat ini cukup memprihatinkan, mengingat banyak  orang tua murid yang bangga jika anaknya dapat berbahasa Jepang ataupun Inggris ketimbang  menguasai ilmu agama. “Harusnya mereka lebih khawatir bila anaknya tidak melakukan sholat tepat waktu, dan seharusnya sangat bangga jika anaknya bisa ngaji serta pandai menghafal do’a-do’a pendek,” ujarnya.
Kendati demikian, ada suatu kondisi yang harus dimaklumi bersama, terutama jika sebagian masyarakat awam hanya melihat pada alat peraga yang dimiliki salah satu TK, sehingga bukan lagi  kualitas pengetahuan agama bagi peserta didiknya serta kemampuan tenaga pengajar atau bobot pendidikan pengajarnya,  terutama mereka (tenaga pendidik) yang benar-benar menguasai bidang pendidikan PAUD maupun RQ secara khsusus.
Untuk itu Rukiyah, yang juga menjabat sebagai ketua yayasan, sudah beberapa kali membuat terobosan baik melalui proposal maupun program lainnya. Namun hingga kini belum ada respon baik dari dinas terkait maupun instansi lainnya. Meski demikian Rukiyah tetap akan memberikan berjuang bagi kemajuan sekolahnya. “Semoga ketua IGRA Kab. Cirebon, H. Oman Faturrohman, M.A mau merespon dan memberikan bantuan kepada TK kami,” harapnya. (Susi/**)

0 komentar

Posting Komentar