Krisis Air, Warga Beber Protes

Bentuk protes warga terhadap pemerintah Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon terkait berhentinya WSLIC di desa tersebut diungkapkan dengan menempelkan tulisan di dinding masjid, Jum'at (18/5/2012). Berhentinya air selama 3 bulan tersebut mengakibatkan warga sangat sulit mendapatkan air, terlebih saat musim kemarau. Padahal, setiap bulannya warga terus membayar iuran WSLIC kepada pengurus.

Hampir Roboh, Gedung Sekolah Tak Layak Pakai

Bangunan SD Negeri 2 Jatipiring mengalami kerusakan yang sangat parah. Bangunan tersebut tampak jelas sudah rapuh dimakan usia. Cat temboknya pun sudah banyak yang mengelupas termasuk kayu-kayu tiang penyangga sekolah yang kropos dimakan rayap. Sekolah ini benar-benar sudah tidak layak lagi. Pemerintah Daerah, Disdik dan DPRD harus tahu, agar bangunan sekolah yang rapuh itu tak membahayakan bagi siswa yang tengah belajar di sekolah ini..

Langgar Aturan, Mini Market Harus Dibongkar

Para pedagang pasar tradisional mengeluhkan keberadaan pasar modern dan mini market di Kabupaten Cirebon yang kian marak. Terlebih keberadaan mini market dan pasar tradisional hanya berjarak beberapa meter. Alhasil, pedagang khawatir kondisi itu mengancam mata pencaharian mereka. Asep (35), salah satu pedagang di Pasar Jungjang, Arjawinangun, Kabupaten Cirebon berharap pemerintah serius dalam menyikapi keluhan pedagang. “Jarak pasar tradisional dan mini market harus dipertegas, dan apabila melanggar peraturan, mini market harus dibongkar,” kata Asep kepada Suara Cirebon beberapa waktu kemarin. .

Jalan Tohiti Hampir Renggut Nyawa Warga

Bagi warga yang melalui jalan ini, hendaknya berhati-hati. Selain jalannya rusak parah, penerangan di jalan inipun mati total. Kondisi jalan Tohiti yang berada di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon ini sudah lama dibiarkan hingga hampir merenggut nyawa seseorang. Meski tidak sampai meninggal dunia, namun pengendara motor roda dua yang tergelincir akibat jalan yang bergelombang itu tetap babak belur dengan beberapa luka di tubuhnya..

Jalan Greged Rusak Parah

Beberapa kepala desa di Kecamatan Greged menuntut pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera memperbaiki jalan di wilayah ini. Pasalnya, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan yang parah dengan berbagai lubang tersebar di beberapa titik. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kecelakaan di jalan yang menjelma menjadi jalur tengkorak ini, terlebih di saat malam hari dalam kondisi jalan gelap.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2012

SMKN 1 Balongan Tingkatkan Mutu Pendidikan Siswa


INDRAMAYU, (SC).- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balongan, tetap kosisten menjadi salah satu sekolah yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Indramayu. Dengan mutu yang semakin membaik, bagi SMKN 1 Balongan adalah sebagai tujuan akhir, sehingga para lulusan SMKN 1 balongan bisa menjadi sosok yang baik, handal dan professional di segala bidang.
Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Balongan, Drs.HR.Andi Susanto M.Pd, meningkatkan mutu pendidikan merupakan tujuan dari pendidikan di sekolah ini. Tujuannya agar sekolah semakin maju dan sumber daya manusianya semakin handal dan teruji. Itulah harapan dimana SMKN 1 Balongan terus membuat berbagai terobosan baik melalui program kegiatan maupun melalui pelatihan, pendidikan dan penanaman skill (keterampilan). “Memang inilah tujuan akhir kami yakni mencetak siswa siswi yang siap bersaing baik dari segi akademik, intelektual, maupun kemampuan lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, menyangkut pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini, menurut Andi Susanto, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan agar siswa bisa lulus 100%.  Sedang peserta yang mengikuti Ujian Nasional berjumlahkan 296 siswa yakni dari kelas XII dan yang akan diujikan nanti terdapat 4 kompetensi keahlian seperti listrik, teknik kendaraan ringan, multi media dan teknik komputer jaringan. “Target nilai yang harus diraih para peserta UN agar bisa lulus jika berdasarkan POS UN (Pedoman Operasional Ujian Nasional-red), angka rata-rata harus 5,5 dengan catatan tidak ada salah satu nilai pelajaran yang nilainya dibawah 4,00,” pungkasnya. (M.Karmani S./SC**)

SDN Kalianyar 3 dapat Pogram Rehab Tahun 2012


INDRAMAYU, (SC).- Tahun ini SD Negeri Kalianyar 3, Kec. Krangkeng, Kabupaten Indramayu, mendapatkan program rehabiliatsi dari anggaran APBNP tahun 2012.  Rehab tersebut menurut Kepala Sekolah Kalianyar 3, Mukyidin, S.PdI. sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di SD negeri setempat.
“Kami mendapatkana rehab 4 ruangan. Ini adalah proyek swakelola dan sudah berjalan sekitar 32%, siswa pun masih belajar seperti biasa tanpa hambatan apapaun, yang pasti semuanya berjalan lancar,” ucap Kepala Sekolah kepada Suara Cirebon.
Dijelaskan bahwa pelaksanaan rehab ini, jangka waktu kegiatannya dimulai sejak (9/3) hingga (21/6). Selain itu pihaknya berharap, hasil rehab nanti bisa dipergunakan sebagai ruang KBM yang tentunya harus dijaga baik kebersihannya maupun kelestariannya, agar tidak kotor dan cepat rusak. Jika ini dilaksanakan tentu  semua gedung sekolah akan terpelihara dengan baik. Sementara soal rehab karena memang usia gedung tersebut sudah tua dan banyak kayu yang rapuh, sehingga harus segera direhab agar tidak membahayakan.
Mukhyidin berharap, selain soal rehab gedung, pihaknya pun berharap agar kedepan soal Penerimaan Siswa Baru (PSB) bisa dibagikan sama rata ke semua sekolah. Tidak ada lagi ploting siswa, karena semua sekolah sama yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. “Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama, baik pendidik, masyarakat maupun orang tua. Ya, Alhamdulillah gedungnya sedang direhab mudah-mudahan siswa semakin nyaman dalam belajar,” jelas Kepala Sekolah SD Negeri Kalianyar 3, yang sebelumnya Kepsek Dukuh Jati 1. (M.Karmani S/SC**)

Pelaksanaan UN di SMPN 1 Sukagumiwang Lancar


INDRAMAYU, (SC).- Pendidikan di Kabupaten Indramayu memang tergolong sukses, selain berkat peran Bupati era Yance yang konsen memberikan perhatian lebih, juga karena peran masyarakat Indramayu yang mulai sadar bahwa pendidikan itu penting bagi kemajuan masa depan bangsa. Seperti halnya pelaksanaan Ujian Nasional, bagi sekolah di Kabupaten ini tak banyak menemukan hambatan, contohnya di SMP Negeri I Sukagumiwang, kegiatan UN berjalan lancar.
Kepala Sekolah SMP N I Sukagumiwang, Kec.Sukagumiwang, kab.Indramayu Drs. Samsudin, M.Si, Kamis (19/04) menyebutkan, persiapan sudah dilakukan sejak 6 bulan lalu. Mereka para siswa terlebih dahulu diberikan banyak latihan termasuk try out. “Alhamdulillah semuanya sudah dilaksanakan dengan baik, mulai dari tenaga guru dan pengawas, termasuki berita acara dan daftar hadir. Semua berjalan lancar,” ucapnya kepada Suara Cirebon.
Dijelaskan sebelum memasuki hari Ujian nasional, di SMP Negeri I Sukagumiwang terlebih dahulu melaksanakan kegiatan istighosah. Tujuannya untuk mempersiapkan mental dan spiritual,  serta kesiapan lainnya. Dalam istighosan ini banyak peserta Ujian Nasional meneteskan air mata ketika seorang Kiyai memberikan tausiyahnya, mungkin para siswa merasa bahwa di UN tahun ini mereka harus menargetkan kelulusan yang gemilang sebagaimana keinginan keluarga dan orang tuanya.  
Menurut Kepala Sekolah, hasil try out pertama lulus 33%, kedua bisa 56% sedang try out ketiga bisa 60%. “Trennya bagus, sehingga pada try out yang ke empat dilaksanakan dengan cara menjalin kerja sama dengan pihak FKKS. Dan pada try out yang ke empat ini mereka benar-benar dilatih layaknya tengah menghadapi Ujian nasional, mulai dari tempat duduknya, guru pengawasnya, soalnya semuanya mirip seperti tengah melaksanakan UN dan ini bisa membantu siswa nanti pada saat Ujian Nasional yang sebenarnya,” ucapnya
Bagi Drs.Samsudin,M.Si, kelulusan pada Ujian Nasional tahun 2012 diharapkan siswa bisa hadir semua dan tidak tidak ada halangan apapun, termasuk mampu menyelsaikan UN dengan baik dan benar sehingga bisa lulus 100%. “Alhamdulillah semua siswa bisa mengikuti UN dan kita tinggal menunggu hasilnya,” terang Kepsek yang murah senyum ini, sambil menjelaskan jika di SMPN 1 Sukagumiwang juga siswanya banyak meraih prestasi dari berbagai ajang perlombaan, seperti juara 1 voly putra se Wilayah III Cirebon dalam rangka Walikota Cup Tahun 2012. (M.Karmani S/SC**)

Prestasi SD Bulak Lor 1 Digali dengan Sistem PALEM


INDRAMAYU, (SC).- Komitmen untuk memajukan sekolah meraih berbagai prestasi dan penghargaan merupakan tekad Didin Sahrudin, Kepala Sekolah SD Negeri Bulak Lor 1 Kec.Jatibarang, Kab.Indramayu. Buktinya berbagai program dan kegiatan sekolah terus dikembangkan sehingga usaha dan kreatifitas siswa maupun sekolah semakin tinggi dan maju. Seperti dengan adanya kegiatan ekstra kurikuler. Dimana siswa di sekolah dasar ini diberikan pelatihan dan keterampilan  seperti kepramukaan, UKS, drum band, kosidah dan kegiatan lainnya.
Untuk itu, ungkap Didin Sahrudin, pihaknya tengah melakukan perubahan paradigma be1ajar dari kewajiban menjadi kebutuhan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan prestasi kerja dan prestasi be1ajar bagi peserta didik. Dan untuk melaksanakan perubahan paradigma tersebut kini pihak sekolah tengah menerapakan sistem pendidikan bernama PALEM yakni Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.
Menurut Didin, dalam menerapkan PALEM pihaknya telah me1akukan serta mengadakan pembinaan pada tenaga pendidik secara rutin dan berkala. Adapun tujuan dari kegiatan PALEM  di antaranya mengefektifkan regu kerja kebersihan masing-masing kelas, membiasakan membaca A1-qur’an yakni setiap hari sebelum kegitan be1ajar mengajar dimulai, serta mengadakan kegiatan sho1at Dzuhur bersama. Bahkan pada setiap hari Jum’at, sekolah tengah membudayakan Moto 3S yakni senyum, salam dan sapa.
“Kami mengusulkan bagi yang sudah umur 7-12 tahun segeralah mendaftarkan di SD Negeri Bulak 1  untuk tahun ajaran 2012-2013. Karena visi sekolah kami ingin menciptakan peserta didik menjadi manusia yang mandiri dan bermasyarakat, jujur dalam bertindak, unggul dan berkopetensi, sedang misi sekolah adalah untuk menciptakan proses pendidikan berbasis tematik, aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Selain itu, untuk meningkatkan SDM guru dan murid, serta menanggulangi DO,” jelasnya. (Kodim/SC**)

Ujian Nasional di DTA Bulak Lor Berjalan Lancar


Indramayu, (SC).- Sepanjang pelaksanaan Ujian Nasional, siswa-siwi DTA Al-Islam Bulak Lor, Kec. Jatibarang Kabupaten Indramayu mampu dilaksanakan dengan baik. Sekolah begitu bangga melihat antusiasme para siswa dalam menghadapai UN tahun 2012. “Alhamdulillah pelaksanaan UN 2012 di DTA Bulak Lor tak menemukan sesuatu hambatan apapun, semuanya berjalan lancar,” ujar Kepala Sekolah Nasrudin saat dihubungi Suara Cirebon.
Menurut Kepala Sekolah, pihaknya telah memberikan bekal untuk menghadapi  UN dengan melakukan pengayaan mata pelajaran yang akan diujikan. Langkah tersebut sudah dilakukan  pihak sekolah sejak Oktober 2011 lalu. Adapun mata pelajaran yang ditekankan pihak sekolah di antaranya bacaan Al Qur’an, Fiqih, Kitab Sufinah, Akidah Aklaq. “Pihak sekolah telah melaksanakan pengayaan kepada semua siswa  kelas 6 agar mereka mendapatkan nilai yang baik dalam menempuh UN nanti,” ujar Nasrudin.
Dijelaskan, Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al Islam Bulak Lor sudah siap menghadapi UN tahun ini, untuk itu kepada orang tua wali murid agar terus memberikan motivasi kepada anaknya agar selalu bersemangat dalam menuntut ilmu di sekolah. Selain itu, Nasrudin juga berharap tahun ini para murid didiknya bisa lulus 100% seperti tahun–tahun sebelumnya. “Kami berharap semoga tahun ini murid kami lulus semuanya. Sehingga mereka bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ungkapnya lagi. (Kodim/SC**)

Kedisiplinan Siswa SMKN I Mundu, Bisa Menjadi Contoh Sekolah Lain


CIREBON, (SC).- Sebagai Sekolah Menengah Kejuruan yang sangat mengutamakan perikanan lautnya, SMK N 1 Mundu yang beralamat di Jl. Kalijaga Mundu pesisir No. 01 Cirebon membuka kesempatan bagi para alumninya untuk mendapatkan kesempatan kerja hingga ke luar negeri, salah satunya adalah Jepang. Namun, untuk mencapai hal tersebut tentunya harus dilakukan dengan persiapan yang matang, karenanya pada setiap awal periode, para calon taruna digembleng Latihan Dasar Disiplin Korps (LDDK), agar para taruna terbiasa dengan aturan dan sikap disiplin yang diterapkan di negara-negara lain.
Namun seiring berjalannya waktu, penerapan disiplin sedikit demi sedikit semakin terkikis, seperti yang dikeluhkan oleh Efendi ketika ditemui Suara Cirebon pada (21/04) kemarin, salah satu mantan senior di SMK N 1 Mundu tersebut menuturkan bahwa LDDK tidak sedisiplin seperti ketika ia menempuh pendidikkan dulu bersama teman-temannya sesama alumni, diantaranya yaitu Samsudin, Etik Lis Andiyani, Kusnaenah dan Gumilar. “Kami sangat prihatin, karena LDDK angkatan sekarang tidak sedisiplin angkatan kami,” keluhnya.
Mantan-mantan taruna menghimbau kepada para junior dan para pembimbingnya agar lebih meningkatkan mutu kedisiplinan, mengingat salah satu target pelayaran adalah ke Jepang yang sangat mengutamakan mutu kedisiplinan.  Alumni angkatan tahun 1991 tersebut telah berlayar ke Jepang bersama teman-teman seperjuangan lainnya, oleh karena itu ia sangat tahu persis situasi dan keadaan pelayaran di sana, para alumni taruna tersebut pun mengajak dan menyarankan akan peningkatan kedisiplinan LDDK. “Di Jepang yang sangat super disiplin, dibutuhkan pelayar-pelayar yang super tangguh dan disiplin pula,” jelasnya. (Susilowati/SC*)

Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Butuh Perhatian Pemerintah Belum Miliki Gedung, 160 Siswa Belajar Seadanya


Kab. Cirebon, (SC).-
Keceriaan siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah (DTA), di Desa Sendang, Kecamatan Sumber, Kab.Cirebon, rupanya menjadi obat penawar bagi kesedihan para guru setempat. Bagaimana tidak, selama hampir lima tahun lebih DTA Sendang masih belum memiliki gedung atau ruang belajar sendiri. Setiap harinya mereka pun harus belajar dengna menumpang di SDN 1 Sendang. Rasanya tak nyaman belajar bukan di gedung milik sendiri, apalagi jumlah siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Sendang sudah mencapai 160 siswa, jumlah yang sangat fantastis bagi sekolah setingkat DTA.
Layaknya siswa sekolah lainnya, siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Sendang ini tetap semangat untuk belajar. Sekalipun harus terlebih dahulu menunggu kepulangan siswa SDN 1 Sendang, karena memang jam belajar para siswa tersebut sekitar pukul 14.00 wib. Meski kondisi ini berlangsung hingga lima tahun lebih, tak membuat para guru dan siswa patah semangat untuk belajar. Tak heran berbagai prestasi pun mampu diraihnya dari berbagai perlombaan, baik akademik (pengetahuan-red) maupun lomba hafalan juga keterampilan.
Jumlah 160 siswa sebetulnya sudah cukup menjadi bukti, jika masyarakat setempat sangat merespon terhadap keberadaan Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah (DTA) Sendang. Apalagi segudang prestasi sudah diraihnya. Namun bagaimana dengan sikap Pemerintah daerah setempat, masihkah belum cukup bagi Pemerintah Kab.Cirebon, pejabat di Kantor Kementrian Agama Kab.Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terketuk melihat semangat para siswa Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah tersebut untuk tetap bisa bersekolah, sekalipun mereka harus mempergunakan gedung atau ruang belajar milik sekolah lain.
Drs. Opik, Kepala Diniyah Ta’wiliyah Awaliyah Sendang saat dihubungi Suara Cirebon berharap, Pemkab maupun Kantor Kementrian Agama bisa memberikan perhatian terhadap sekolah ini. Mengingat hampir setiap tahunnya jumlah siswa di sekolah DTA Sendang terus bertambah. Paling tidak bisa dibangunnya sarana pendidikan agar siswa siswi disini merasa nyaman dalam belajar, karena mereka juga adalah anak bangsa yang harus diperhatikan dan mendapatkan pendidikan yang layak.
“Sudah lima tahun kami belajar di sekolah milik orang lain, karena memang kami belum memiliki gedung sendiri. Tapi mereka tetap semangat untuk bersekolah, kondisi ini juga tak membuat siswa bermalas-malasan, justru mereka semakin bersemangat dan Alhamdulillah  berbagai prestasi pun banyak diraih siswa-siswi disini. Untuk itu patut kiranya kami ucapkan banyak terima kasih kepada para guru yang telah banyak membimbing dalam proses belajar mengajar di sekolah, terima ksih pula untuk masyarakat yang telah mendukung pendidikan di sekolah DTA Sendang ini, bahkan terima ksih yang setinggi-tingginya untuk kepala sekolah dan para guru di SDN 1 Sendang yang telah membolehkan siswa siswi DTA Sendang belajar di gedung tersebut. Mereka semualah yang telah mendorong dan memajukan prestasi siswa DTA Sendang,” ucap Kepala Sekolah bernada sedih. (MI/CD/SC)

Pelaksanaan UN di Kab.Cirebon Lancar


SUMBER, (SC).- Wakil Bupati Cirebon, H.Ason Sukasa, SmHk, Senin (16/04), meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di beberapa sekolah SMA. Kedatangan Wakil Bupati bersama unsur Pemerintah lainnya ini hanya untuk memastikan persiapan sekolah dan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional di Kabupaten Cirebon. Wabup berharap pada pelaksanaan UN ini tidak ada sesuatu yang tidak diharapkan dan bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Hasilnya, Ujian Nasional di hari pertama berjalan sukses dan lancar.
Selain dihadiri Wakil Bupati tampak pula Kabag Humas Setda, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Diskominfo juga tim keamanan dari Polres Cirebon yang ikut mendampingi Wakil Bupati Cirebon pada kegiatan tersebut. Selain itu, kegiatan monitoring ini juga dihadiri pemantau UN dari Jawa Barat. Sedang sekolah yang menjadi kunjungan Wakil Bupati Cirebon diantaranya SMKN 1 Kedawung, SMK Mandiri, MAN 1, SMK Al Musyawirin dan SMA I Palimanan dan semuanya berjalan lancar.
Kepala Sekolah SMAN 1 Palimanan, Drs. H. Rahman M.Pd menjelaskan bahwa peserta UN tahun ini berjumlah 215 yang terdiri dari 133 siswa/siswi Program IPA, 68 Program IPS dan 18 siswa/siswi dari Program Bahasa yang terbagi dalam 7 kelas (ruangan). Sebelum pelaksanaaan UN kami dari pihak sekolah telah melakukan bimbingan dan arahan sejak siswa tersebut naik ke kelas 3 dengan maksud agar anak didik SMAN I Palimanan dapat percaya diri untuk bisa menyelesaikan seluruh mata ujian dengan hasil yang memuaskan dan pelaksanaan UN sekarang dalam pelaksanaanya dipersiapkan lebih baik dari tehun sebelumnya baik dari pengadaan materi UN maupun lainnya.
(DC/SC**)

Minggu, 03 Juni 2012

MTs Sains Al Hadid Kota Cirebon Sekolah Khusus Pria dengan Jaringan Sekolah Berbasis Tauhid


CIREBON, (SC).- Siapa yang tak mengenal sekolah yang satu ini, selain tersebar luas diberbagai daerah di Indonesia, sekolah inipun kabarnya sudah “go” internasional. Selain sangat kuat dalam penanaman pendidikan agama, juga mendidik anak menjadi mandiri. Hebatnya lagi, sekolah tersebut menggratiskan anak didiknya hingga lulus dan juga membiayai seluruh keperluan saat nikah nanti. “anak akan dibekali dengan pendidikan agama yang kuat, selain itu juga pengetahuan umum yang bermanfaat termasuk penguasaan computer, semua dibiayai oleh yayasan hingga lulus tertmasuk saat akan menikah nanti,” ungkap Wakil MTs Sains Al Hadid Kota Cirebon, Suharno, S.Pd.I  kepada Suara Cirebon.
Dijelaskan, sejak berdiri tahun 1973 di Balikpapan, pendiri yayasan Ustadz Abdullah Said Alm, selalu konsisten dalam melaksanakan visi dan misi sekolah. Yakni terciptanya madrasah unggulan yang dapat mencetak pelajar muslim / kader muslim yang siap guna, juga menyelenggarakan pendidikan yang berbasis sains dan mengkondisikan siswa beraklak mulia. Visi Misi sekolah ini membuat banyak satri atau siswa sukses saat bekerja. Diantaranya  ada yang bekerja di kota besar juga di cirebon, ada pula yang menjadi guru Al Hadid, bahkan ada juga yang membuka yayasan baru.  Selain itu, anak didik MTs ini juga ada yang menjadi direktur hidayatullah Provinsi Jawa Barat, hingga yang bekerja di Jepang.
“Pusat di Balik Papan, berdiri sejak 7 Januari 1973, pendirinya adalah Ust. Abdullah Said (alm), namun kemudian di Kota Cirebon sekolah ini didirikan sejak tahun 1993 dengan nama MTs Sains Al Hadid yang berlamat di Jln Sekarkemuning – Evakuasi, Telp. (0231) 481580. Dengan kepala sekolah Drs. H. Abdul Latif, Wakilnya Suharno, S.Pd.I dan menjabat sejak tahun 2004 hingga sekarang. Dan sekolah ini sampai kapan pun akan tetap konsisten untuk menjalankan  visi dan misi sekolah hingga sukses,” ujar Suharno kepada Suara Cirebon.
Menurut Suharno, kini jumlah guru di MTs ini sebanyak 12 orang dengan jumlah 2 orang PNS dan 10 orang guru honorer. Sedang jumlah murid terdapat 40 hingga 60 anak didik. Program di sekolah ini, lanjut Suharno, sekolah telah melaksanakan tanfidz Qur’an hingga 3-6 juz, percakapan bahasa arab dan bahasa inggris serta program keterampilan siap guna dan kajian kitab kuning.
“Yang pasti di sekolah ini kami siap mendidik anak sampai mandiri dan siswa tidak dipungut biaya. Mulai dari makan, penginapan serta sampai kursus komputer semuanya gratis. Bahkan sampai nikah pun dibiayai oleh yayasan. Dananya dari masyarakat juga pemerintah melalui dana BOS. Murid-murid yang ada disini pun bukan saja dari Cirebon, tetapi juga dari luar pulau, yaitu dari Nias, Lombok, NTT (Nusa Tenggara Timur), dan Lampung. Saat ini ada sekitar 300 cabang sekolah MTs ini di Indonesia, tetapi untuk pusat tetap ada di Balik Papan. Harapan ke depan bisa mendirikan percetakan Madin,” terangnya Drs H.Abdul Latif, Kepala Sekolah MTs Sains Al Hadid Cirebon. (Hartoyo/SC*)

SMPN 3 Sindang, Indramayu. Siap Menghadapi Ujian Nasional



INDRAMAYU, (SC).- Ujian Nasional tahun ini, bagi siswa SMPN 3 Sindang, Kab.Indramayu, bukanlah sesuatu yang menakutkan. Siswa-siswi di sekolah ini sudah siap menghadapi UN tersebut. Untuk mensukseskan pelaksanaan UN ini, berbagai persiapan pun sudah dilakukan pihak sekolah, jadi tidak ada lagi yang dikhawatirkan. “mata pelajaran yang akan di ujikan di UN nanti diantaranya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Sedang soal dikirim 5 paket soal dari provinsi.
Dijelaskan, saat menghadapai Ujian Nasional nanti, kemungkinan bagi kelas 7 dan 8 sementara diliburkan. Pengawas UN sendiri kemungkinan besar akan dilakukan dari masing-masing sekolah, termasuk dari guru di sekolah ini. “UN bukanllah mahluk yang harus ditakuti,  UN justru merupakan uji kemampuan siswa dalam mengikuti pendidikan (sekolah) selama ini. Untuk menghadapi UN, InsyaAllah sudah siap, kami pun sudah memberikan Try Out kepada para siswa dan bahkan pertemuan dengan orang tua sebanyak  3 kali, agar mereka mengetahui sejauhmana kesipan siswa-siswi disini. Harapan kami, hasil UN nanti siswa dapat lulus 100%,” jelas Kepsek SMPN 3 Sindang.
Yang penting, lanjutnya, kesiapan siswa dalam menghadapi UN nanti. Sebab guru-guru pengajar, terutama pengajar di kelas IX, sudah berupaya penuh. Sementara itu, dalam UN nanti, di SMPN 3 Sindang pun akan diikuti oleh siswa lain dari Al-Ul Wartul Usko sebanyak 17 siswa. Sejumlah siswa ini akan berggabung dengan SMPN 3 Sindang pada pelaksanaan UN nanti. (M. Karmani S./SC/*)

SDN BULAK LOR II Galakan Program Bersih Lingkungan


INDRAMAYU, (SC).- Berdasarkan himbauan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat No:441.5/2343-pendas, tentang Gerakan Nasional Bersih Negeriku, dengan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk termasuk influensa baru akibat Flu burung dan flu babi serta dibuatkan kawasan bebas rokok dan narkoba, membuat Kadisdik Kab.Indramayu, DR.H.Suhaeli,MSI, segera meneruskan kepada semua sekolah termasuk sdn II Bulak Lor, Kec.Jatibarang, Kab.Indramayu untuk segera menggalakkan program kebersihan lingkungan.
“kami dibawah langsung melakukan pembersihan lingkungan, sebagai tindaklanjut dari surat himbauan Kadisdik Indramayu. Karena memang dengan lingkungan sekolah yang bersih tentu akan membuat lingkungan sehat terhadap peserta didiknya (siswa). Saat ini kebiasaan hidup bersih itu, sudah mulai digalakan dilingkungan sekolah ini” ujar Kepala Sekolah SDN II Bolak Lor kepada Suara Cirebon.
Dijelaskan, soal kebersihan lingkungan, pihak sekolah jujga menggalakan penghijauan dilingkungan sekolah. Semua unsur di sekolah ini ikut memelihara dan merawat berbagai jenis tumbuhan yang sengaja ditanam sebagai bentuk penghijauan sekolah. Ini sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan sehat dan bersih.
“Kami terus mengajak guru dan siswa untuk mencintai lingkungan dan kebersihan. Baik melalui gerakan K3S, gerakan sikat gigi massal, cuci tangan pakai sabun serta pembersihan sarana MCK dan lainnya. Yang terpenting dari dampak ini, untuk membiasakan hidup bersih,” ucap Kepala Sekolah SDN II Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang saat dikunjungi Suara Cirebon. (Kodim/SC**)

Kepala SDN Bulak Tiga Siap Memajukan Pendidikan



INDRAMAYU, (SC).- Hingga kini Kepala SDN Bulak Tiga, Indramayu, terus melakukan berbagai terobosan. Rasa lelah rupanya tak menjadi penghalang bagi kemajuan sekolah yang tengah di Pimpinnya. Ia bersama para guru saling membahu agar perbaikan diberbagai bidang bisa dilakukan dengan baik.”ya semua ini demi kemajuan sekolah dan prestasi siswa,” ujar Kepala Sekolah kepada Suara Cirebon.
Selain soal perbaikan manajemen dilingkungan sekolah, Kepsek yanag satu ini juga kerap turun kebawah untuk melihat perkembangana murid-muridnya. Bahkan orang tua yang tengah menunggu putranya pun kerap dimintai komentar seputar perkembangan sekolah. “saya akan meneruskan program yang telah ada, mungkin dalam satu tahun ajaran, hal itu untuk melihat dan mengevaluasi, jika memang harus diperbaiki atau ditambah maka saya akan melakukannya. Termasuk menyangkut profesionalisme tenaga pendidiknya,” ucapnya lagi.
Kepsek yang supel ini memang memiliki tujuan dan citacita yang tinggi, yakni ingin pendidikan di sekolah ini sarat prestasi, baik prestasi sekolah maupun prestasi siswanya. Apalagi harapnya, kemajuan di SDN Bulak Tiga ini harus lebih baik dari sekolah lainnya di Indramayu. “kami ingin SDN Bulak Tiga menjadi sekolah unggulan, baik unggul dalam prestasi maupun unggul dalam  pendidikannya,” harapnya. (Kodim/SC**)

SDN Bulak Lor Dua Butuh Saran Baru


INDRAMAYU, (SC),- Sekolah yang mengalami kekurangan sarana, pasti mengganggu proses Kegiatan belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Kondisi ini dialami SDN Bulak Lor yang saat ini tengah membutuhkan penambahan sarana belajar. “kenyamanan dalam belajar (pendidikan), tentu membutuhkan sarana pendidikan yang memadai, karena hal itu menjadi faktor yang sangat penting dalam menggapai hasil yang optimal. Bila faktor pendukungnya kurang atau tidak memadai maka belum bisa memenuhi standard,” ujar Kepsek SDN Bulak Lor.
Seperti pantauan  SC di lapangan, di SDN II Bulak Lor, sekolah ini hanya mempunyai tiga lokal ruang WC, maka secara otomatis hal itu mempengaruhi kenyamanan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), hal itu dibenarkan oleh kepala sekolah SD N II Bulak Lor. “memang benar kami sangat membutuhkan ruang WC yang cukup  dan kantor untuk tenaga pengajar atau kepala sekolah, selama ini kami gunakan ruangan seadanya,” keluhnya saat dikunjungi Suara Cirebon.
Sementara itu, jumlah seluruh siswa di SDN II Bulak Lor ini diketahui sebanyak 211 murid jumlah ini cukup signifikan bagi sebuah sekolah dasar. Namun jumlah siswa tersebut tak sebanding dengan keberadaan MCK yang dimiki sekolah ini. “kami memang membutuhkan sarana penunjang lainnya, karena jika dari segi prestasi, SDN II Bulak Lor tidak kalah bersaing dengan SD Negeri lainnya. Untuk itu, kami berharap agar pemerintah bisa memperhatikan kebutuhan yang diperlukan sekolah ini, agar kedepan bisa lebih maju lagi” jelasnya. (Kodim/SC**)

SDN Limbangan I Siap Hadapi UN Tahun Ini


INDRAMAYU, (SC).- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Limbangan I, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, sudah siap menghadapi UN ditahun 2012 ini. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan pihak sekolah menjelang UN bulan depan. SD yang setiap tahunnya mendapatkan juara lomba O2SN ini, memiliki sebanyak 142 siswa dengan 9 tenaga pengajar  PNS dan 2 honorer plus 1 penjaga sekolah. Sedang  Ujian Akhir Sekolah (UAS) sendiri, sudah diikuti sebanyak 36 siswa. 
Menurut Kepala Sekolah Limbangan I, Muhiban menyebutkan bahwa UAS sudah dilaksanakan mulai hari Senin sampai Kamis, April 2012, dari tanggal 9 sampai 12  sekitar 4t harian. Bidang studi yang diujikan diantaranya   Agama, PKN, Matematika, Bhs Indramayu, Bahasa Indonesia, IPS,  IPA dan Mata Pelajaran lainnya. UAS sendiri bertujuan untuk mengevaluasi ujian terakhir sekolah dan siswa tidak kaget saat mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional  mendatang.
Selain itu, di SDN Limbangan I ini, berbagai prestasi siswa banyak dirajut sekolah, diantaranya di O2SN tingkat kecamatan, SDN Likmbangan I mendapatkan Juara I, yakni diraih oleh Doni anak kelas V. Sedang  lomba di cabang Sepak Takrau siswa SDN I Limbangan mampu menduduki Juara II. Selain itu, kategori utusan Gugus pun, seperti Gugus Dr. Wakhidin Udiro Husodo yang diikuti oleh 6 sekolahan. Mereka mengirimkan pesertanya ke O2SN Tingkat Kabupaten Indramayu, namun dipercayakan ke SD Limbangan I dari Cabang Sepak Bola, sebagai penjaga gawang (Kiper).
Kendati demikian, Kepala Sekolah Limbangan I berharap agar anak-anak bisa berhasil lulus semua dan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. “semoga dalam pelaksanaan UN nanti siswa seluruhnya bisa hadir dan lulus 100%. Dan pelaksanaan UN nanti diharapkan pula  tanpa ada hambatan dan halangan,” harpanya saat duijumpai SC dikanatornya. (M. Karmani Syah/SC*)

TKIT Yaa Bunayya, Sekolah Modern Berbasis Agama


CIREBON, (SC).- Sekolah yangh satu ini memang berbeda dengan kebanyakan sekolah lainnya, selain mengajarkan pendidikan agama juga pendidikan umum lainnya demi peningkatan mutu pengatuan siswa. TKIT Yaa Bunayya sekolah yang berada di Jln Evakuasi, Gg. Langgar Kalikebat, Kelurahan Karya Mulya, Kota Cirebon ingin menjadikan sebagai lembaga pendidikan yang amanah, mandiri dan Islami serta dapat mengantarkan anak yang punya multiple intelegensi dan siap memasuki jenjang pendidikan berikutnya. 
Untuk itu, sekolah TKIT Yaa Bunayya menyelenggarakan pendidikan usia dini yang memadu kan aspek dasar agama Islam dan ilmu pengetahuan  umum secara illahiyah dan alamiyah. Selain itu menjalin jaringan kerjasama strategis tingkat local dan nasional demi terbangunnya lebaga pendidikan yang mendukung peradaban Islam. Sistem pendidikan di sekolah ini kelompok bermain menggunakan metode sentra belajar aktif yang dikembangkan melalui sentra, yaitu cara pengaturan kelas yang dapat mendorong anak untuk belajar aktif dengan meiliki kebebasan yang tercerah dan kesempatan langsung melakukan percobaan yang disesuaikan gaya belajar anak. System  sentra ini dipandu oleh seorang guru, sentra yang digunakan adalah Sentra Explorasi, Sentra Ibadah, Sentra Persiapan, Sentra Rancang Bangun, Sentra Kreasi.
Sedang program pendidikannya adalah untuk pengembangan fisik dan motorik, pengembangan kognitif, pengembangan bahasa, pengembangan sosial emosional dan pengembangan seni. Sedang program khususnya yakni siswa mampu membaca Al_Qur’an dengan metode Qiroati, hafalan surat pendek, ayat pilihan, hadist dan do’a harian, praktek ibadah, wawasan sejarah nabi dan sahabat, pemahaman aqidah. (Toyo/SC**)

Komersialisasi Pendidikan di Lingkungan SMPN dan SMA Negeri



KOTA CIREBON, SC,- Sejumlah penerbit buku merasa dirugikan dengan sikap Kepala Sekolah yang hanya mengambil kebijakan satu penerbit. Sistem tunjuk ini membuat kecurigaan banyak pihak, membuat salah seorang tokoh masyarakat, Sumedi, yang aktif di Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) melontarkan kritik pedasnya. “Saya prihatin dengan kondisi sekolah SMP Negeri dan SMAN di Kota Cirebon yang hanya membuka kontrak dengan satu penerbit. Padahal penerbit lainnya cukup banyak dan semua memiliki misi yang sama yakni sama-sama ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi ada maksud apa sikap Kepala Sekolah yang membuka kontrak hanya dengan satu penerbit ini,” ujar Sumedi, Minggu, (09/04).
Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP), juga benar-benar merasa prihatin. Jika tetap dibiarkan pasti akan berdampak buruk terhadap kondisi pendidikan di Kota Cirebon. Sebab sistemnya sudah tidak fair, sekolah tidak membuka kesempatan serta hak yang sama terhadap penerbit lain dan diduga kuat ada permainan mata. Padahal ikut dalam mencerdaskan bangsa haruslah dengan niat yang lurus dan benar, bukan dengan cara dimonopoli agar tidak ada tuduhan yang dialamatkan kepada sekolah soal adanya dugaan KKN.
Sumedi yang juga aktif di Ormas Pemuda Panca Dharma (PPD), mengajak agar semua pihak terutama penyelenggara pendidikan untuk serius membangun perubahan yang signifikan di dunia pendidikan. Perubahan itu harus dimulai dari sistem kerja sekolah yang profesional dan terbuka. Terutama di lingkungan SMP Negeri dan SMA Negeri. “ini seharusnya yang dibangun para Kepala Sekolah, agar pendidikan tidak menjadi ajang bisnis terutama menyangkut keterbukaan dengan tidak menggunakan sistem tunjuk atau sistem kontrak hanya dengan satu penerbit saja,” tegasnya.
Untuk itu harapnya, kondisi ini harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan preseden buruk di lingkungan pendidikan dengan stigma yang lebih baik. Meski Kepala Sekolah harus bekerja keras untuk perubahan yang lebih baik ini. Apalagi penerbit yang lainpun memiliki tujuan yang jelas yakni ikut serta mencerdaskan anak bangsa agar memiliki kompetensi pengetahuan sikap dan keterampilan serta budi pekerti yang luhur sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dimana pada penerbit yang lain juga telah menyusun sesuai dengan kurikulum standar nasional. Serta berisi rangkuman yang dilanjutkan dengan kegiatan sesuai ciri khas setiap mata pelajaran, kemudian diberikan uji kompetensi harian se

Sabtu, 02 Juni 2012

Sikon Tanah SD Negeri 1 Rawaurip Tidak Jelas


PANGENAN, (SC).-
Pendidikan merupakan salah satu tombak pembangunan untuk mengasilkan tunas-tunas bangsa yang berakhlak mulia. Maka sangat dibutuhkan pendidikan yang berkualitas, tidak cukup hanya menilai pada dewan gurunya saja, tapi sarana dan prasarana sebagai alat pelengkap pendidikan harus diperhatikan sehingga antara guru dan muridnya dapat melaksanakan KBM dengan lancar.
Begitu juga kegiatan KBM di SD Negeri I Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon yang memiliki sekitar 295 murid sedang membutuhkan perhatian dari dinas terkait. Pasalnya, situasi dan kondisi tanah SD Negeri 1 Rawaurip belum ada kejelasan, sedangkan ruang kelas yang berjauhan bahkan kantor guru pun menumpang di ruang kantor desa.
Melihat hal ini, Sri Wahyuni selaku Kepala SDN 1 Rawaurip sempat membuat terobosan dengan mengajukan proposal sampai 3 kali berturut-turut. Namun sayang sampai saat ini belum mendapat respon dari dinas terkait, terlebih musyawarah dengan Kuwu Rawaurip Tayid tentang status tanah sekolah belum juga membuahkan hasil. “Kami merasa kurang puas dengan jawaban kuwu Rawaurip. Kami memang pernah diberi lokasi yang lebih jauh, tapi tempat itu tidak memungkinkan bagi guru-guru SD,” tandasnya.
Sekalipun kondisi dan keadaan SDN 1 Rawaurip memprihatinkan, namun anak didiknya kerap menyabet beberapa prestasi seperti meraih juara 1 program study tingkat kabupaten tahun 2009, juara 2 gerak jalan putra tingkat kecamatan tahun 2010 dan prestasi lainnya.
Sri mengharapkan agar tahun depan ada solusi yang baik dan jelas sehingga dapat memperlancar proses KBM dan meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 1 Rawaurip sehingga dapat menetaskan siswa-siswa berprestasi. “Semoga dinas terkait secepatnya memperhatikan SD Negeri 1 Rawaurip,” pungkasnya. (Susilowati/SC)

SMP Negero 1 Arahan Berhasil Laksanakan UAS


ARAHAN, (SC).-
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Arahan Kabupaten Indramayu baru-baru ini berhasil melaksankan Ujian Akhir Sekolah (UAS) dengan baik. Ujian ini merupakan rangkaian ujian dalam menghadapi UN bagi kelas 9 yang akan menyelesaikan jenjang pendidikannya di tingkat SMP.
Sekitar 570 siswa SMP Negeri 1 Arahan sudah melaksanakan UAS dan 2 Try Out yang meliputi mata pelajaran yang di UN kan seperti Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. “Selain itu, SMP Negeri 1 Arahan juga telah melaksanakan ujian praktek beberapa minggu yang lalu,” kata Kepala SMP Negeri 1 Arahan, Rokhani kepada Suara Cirebon ketika ditemui di ruang kerjanya.
Ketika disinggung mengenai bimbel, Rokhani menjelaskan bahwa sebenarnya kegiatan tersebut dikhususkan bagi kelas IX yang akan menghadapi UN, tapi kelas VII dan VIII juga memiliki jadwal bimbel khusus yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai perlombaan seperti lomba matematika, bahasa inggris dan lainnya. Hal tersebut dibenarkan oleh Wakasek Sarana Prasarana SMP Negeri 1 Arahan, Nuryaman dan Ilok bahwa
Nuryaman mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan pihak terkait yagn telah memberikan bantuan kepada SMP Negeri 1 Arahan. “Alhamdulillah kami mendapat bantuan blok grand dari APBNP. Itu dana revitalisasi dari pusat untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah dan kami mendapat rehab berat sebanyak 4, rehab dinas 4. Kami mengharapkan pemerintah dapat memenuhi kebutuhan sekolah. Kalau mengharapkan dana Bos saja kami hanya dapat rehab-rehab kecil,” pungkasnya. (M. Karmani S/SC)

Sertijab UPTD Pendidikan Kec. Cantigi Berlangsung Khidmat


CANTIGI, (SC).-
Sertijab di lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Cantigi berlangsung khidmat. Hal ini merupakan imbas dari satu orang yang terkena Perda No. 26 Tahun 2005 bahwa selama jabatan 12 tahun sudah berakhir.
Ketika ditemui di ruang kerjanya, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cantigi Sukanto menjelaskan bahwa pihaknya harus mengangkat orang pengganti. Sukanto sudah melaksanakan tahapan demi tahapan dari mulai seleksi tingkat kecamatan sampai tingkat kabupaten. Akhirnya, beliau mendapatkan penggantinya saat rotasi yang baru itu sebagai guru SDN Cantigi Wetan 1 dan sekarang diangkat sbagai Kepala SDN Paningkiran Kidul 1, sedangkan Kepala SDN Paningkiran Kidul 1 beralih menjadi Kepala SDN Paningkiran Lor 2.
Program bangunan rehabilitasi gedung sekolahnya itu, sudah dialihkan berdasarkan SK yang baru, berarti pejabat yang lama sudah tidak bertanggung jawab, ada berita acaranya, sudah diserahkan kepada yang baru sehingga untuk kedepannya pelaksananya kepada yang baru karena punya jabatan, maka orang tidak punya jabatan masih bertanggung jawab takutnya ada apa-apa. UPTD pendidikan  kecamatan Cantigi rehab bangunan dapat 7 SD dari bantuan rehab APBNP, yang satu sekolah variasi ada yang 3 ada yang 4 ada yang 5 ruang belajar yang direhab, Tergantung tingkat kerusakan SD tersebut anggaran variatif tingkatannya karena sebelumnya konsultan menganalisis tingkat kerusakan karena rehab ini bukan RKB,  jadi tergantung tingkat kerusakan.
Sukanto berharap, dengan adanya kegiatan dan rehabilitasi ini pertama dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang tadinya keinginan belajar dirasakan kurang oleh anak-anak didik dengan adanya rehab ini bisa KBM berjalan bagus, lancar dan nyaman, harapnya. (M. Karmani S/SC)

6 Guru Dipindah Timbulkan Tanda Tanya Besar


KEDOKAN BUNDER,  (SC).-
Keinginan Kepala SD Negeri Kedokan Bunder 1 Desa Kedokan Bunder Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu untuk meningkatkan SDM para tenaga pendidik menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, sebanyak 6 guru asal Desa Kedokan Bunder telah dipindah ke sekolah lain. Akibatnya, hal ini menimbulkan isu tidak sedap di kalangan masyarakat desa tersebut.
SD yang terletak di jalan raya Kedokan Bunder ini memiliki jumlah murid terbanyak dengan 633 siswa dengan 13 tenaga pengajar yang terdiri dari 7 guru PNS dan 5 orang guru honorer, serta 1 orang TU.
Menurut Kepala SD Negeri Kedokan Bunder 1, Sudiman mengatakan bahwa kepindahan guru-guru tersebut merupakan keputusan dinas. “Karena SD Kedokan Bunder 1 ini sedang membenahi kualitas dari SSN, saya ingin SDM guru-guru disini yang berpotensi dan berkualitas,” ujarnya kepada Suara Cirebon ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/3) kemarin.
Dikatakan Sudiman, selama ini guru yang dipindah ke SD Negeri Kedokan Bunder 1 kurang bagus dan pihaknya ingin menggunakan SDM yang tinggi. “Kalau itu sih pemerataan dari pihaknya sendiri,” katanya.
Namun berbeda dengan keterangan dari Kepala SD Negeri Kedokan Bunder 1 sebelumnya, Drs. H. Otang yang mengatakan bahwa guru-guru yang dipindah memiliki potensi yang tinggi dan melaksanakan kinerjanya dengan baik. “Pada saat saya menjabat guru-guru tersebut melaksanakan tugasnya dengan baik,” tandasnya.  (M. Karmani S/SC)