Krisis Air, Warga Beber Protes

Bentuk protes warga terhadap pemerintah Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon terkait berhentinya WSLIC di desa tersebut diungkapkan dengan menempelkan tulisan di dinding masjid, Jum'at (18/5/2012). Berhentinya air selama 3 bulan tersebut mengakibatkan warga sangat sulit mendapatkan air, terlebih saat musim kemarau. Padahal, setiap bulannya warga terus membayar iuran WSLIC kepada pengurus.

Hampir Roboh, Gedung Sekolah Tak Layak Pakai

Bangunan SD Negeri 2 Jatipiring mengalami kerusakan yang sangat parah. Bangunan tersebut tampak jelas sudah rapuh dimakan usia. Cat temboknya pun sudah banyak yang mengelupas termasuk kayu-kayu tiang penyangga sekolah yang kropos dimakan rayap. Sekolah ini benar-benar sudah tidak layak lagi. Pemerintah Daerah, Disdik dan DPRD harus tahu, agar bangunan sekolah yang rapuh itu tak membahayakan bagi siswa yang tengah belajar di sekolah ini..

Langgar Aturan, Mini Market Harus Dibongkar

Para pedagang pasar tradisional mengeluhkan keberadaan pasar modern dan mini market di Kabupaten Cirebon yang kian marak. Terlebih keberadaan mini market dan pasar tradisional hanya berjarak beberapa meter. Alhasil, pedagang khawatir kondisi itu mengancam mata pencaharian mereka. Asep (35), salah satu pedagang di Pasar Jungjang, Arjawinangun, Kabupaten Cirebon berharap pemerintah serius dalam menyikapi keluhan pedagang. “Jarak pasar tradisional dan mini market harus dipertegas, dan apabila melanggar peraturan, mini market harus dibongkar,” kata Asep kepada Suara Cirebon beberapa waktu kemarin. .

Jalan Tohiti Hampir Renggut Nyawa Warga

Bagi warga yang melalui jalan ini, hendaknya berhati-hati. Selain jalannya rusak parah, penerangan di jalan inipun mati total. Kondisi jalan Tohiti yang berada di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon ini sudah lama dibiarkan hingga hampir merenggut nyawa seseorang. Meski tidak sampai meninggal dunia, namun pengendara motor roda dua yang tergelincir akibat jalan yang bergelombang itu tetap babak belur dengan beberapa luka di tubuhnya..

Jalan Greged Rusak Parah

Beberapa kepala desa di Kecamatan Greged menuntut pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera memperbaiki jalan di wilayah ini. Pasalnya, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan yang parah dengan berbagai lubang tersebar di beberapa titik. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kecelakaan di jalan yang menjelma menjadi jalur tengkorak ini, terlebih di saat malam hari dalam kondisi jalan gelap.

Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2012

Warga Krangkeng Sambut Hangat Kunjungan Kapolres Indramayu


INDRAMAYU, (SC).- Kunjungan kerja Kapolres Indramayu, AKBP G.Pangarso Rahardi W, di Kec.Krangkeng, Kab.Indramayu, Jum’at (13/4) malam, disambut hangat warga setempat. Kehadiran jajaran kepolisian ini merupakan kunjungan yang ke sebelas kalinya di Kecamatan Krangkeng. Kedatangan Kapolres ini untuk bersilaturrahmi dengan warga agar institusi kepolisian dan rakyat semakin dekat. Selain itu, juga untuk menyampaikan berbagai informasi dan program sekaligus menerima masukan dari masyarakat.
“Sebagai pelayan masyarakat, polisi harus dekat dengan rakyat. Meski saat melaksanakan tugas terkadang di masyarakat muncul image yang salah, mungkin karena kurangnya informasi yang di dapat. Tetapi dengan melalui kunjungan kerja ini diharapkan tidak ada lagi keragu-raguan antara masyarakat dengan polisi, sehingga kita bisa bersama-sama menjaga dan membangun Indramayu lebih kondusif, aman dan maju,” ucap Kaplores Indramayu yang memimpin langsung kunjungan kerja tersebut.
Sementara itu, ditempat acara tampak dihadir Camat Krangkeng yang diwakilkan oleh Sekmat Hasanudin, termasuk pula unsur Muspika, unsur birokrasi maupun instansi, mulai dari tingkat kecamatan hingga sampai ke desa. Kapolres dalam sambutannya menyampaikan  jika kunjungannya di Kecamatan Krangkeng ini merupakan kunjungan kerja yang ke sebelas dan misinya adalah untuk manyampaikan berbagai informasi dan program serta untuk menerima masukan dari masyarakat.
Dijelaskan untuk program perwira kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) menurut Kapolres akan diimpelementasikan kedalam semua lini, diantaranya kelompok pertanian, perdagangan dan unsur lainnya. Hal itu untuk membangun kemitraan dan juga pelayanan terpadu serta bhakti sosial. Bahkan dalam waktu dekat ujarnya, seluruh jajaran Kepolisian Resort Indramayu akan memberikan pelayanan pembuatan/perpanjangan SIM, STNK.
“Kami sangat bangga dengan kinreja kepolisian saat ini, selain banyak melakukan kunjungan kerja keberbagai desa dan kecamatan, jajaran kepolisiana di Indramayu pun semakin dekat dengan masyarakat Indramayu. Mari kita bangun Indramayu ini untuk semakin kondusif, maju, aman, nyaman dan tertib, khususnya di Kecamatan Krangkeng,” pinta Camat Krangkeng yang diwakilkan Sekmatnya, Hasanudin saat menyambut kunjungan kerja Polres Indramayu. (KODIM/SC**)

Sabtu, 02 Juni 2012

Diduga Karena Sakit Hati Remaja Yatim Bacok Tetangga


WERU, (SC),- Susanto (21), pemuda Blok Tumaritis RT. 01/01 Desa Megu Kecamatan Weru  membabi buta membacok H. Tarno, Kamis (15/3). Diduga hal ini diakibatkan oleh sakit hati pelaku terhadap korban yang sering mengejeknya. Padahal, saat Towel masih anak-anak pernah tingal bersama korban dan menjadi anak kesayangannya. Sontak hal ini membuat sang Ibu, Ratini terpukul akan tindakan anaknya tersebut.

Dengan pengaruh alkohol Susanto alias Towel melayangkan beberapa sabetan ke arah korban yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Akibatnya, korban menderita luka berat dan harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Ketika ditemui di kediamannya, korban mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui sebab penganiayaan tersebut. “Saat kejadian saya sedang di kamar, lalu istri saya masuk dan melaporkan kalau Susanto datang ingin bertemu. Saat saya keluar Towel sudah ada di ruang tamu, namun ketika saya menghampirinya tiba-tiba dia melayangkan senjata tajam berupa golok kecil ke arah muka dan kepala saya,” jelasnya.

Menurut informasi yang diterima Suara Cirebon, penganiayaan tersebut diduga berawal dari korban yang kerap mengejek pelaku. Mungkin karena sakit hati yang mendalam Towel nekat menganiaya korban, seorang pengusaha makanan ringan dan gilingan pembuat bakso.

“Yang saya tahu Susanto sering mengeluh kalau dirinya kerap diledek korban. Mungkin karena sakit hati anak saya berbuat nekat. Bahkan dia (Susanto-red) pernah mengadu ke saya kalau dirinya pernah dikeluarkan dari tempatnya bekerja akibat pengaruh korban terhadap majikannya,” ucap Ratini kepada Suara Cirebon.

Janda tua yang hidup bersama dua anaknya dan tinggal rumah berukuran sekitar 4x5 meter ini terus menangis dan selalu beristigfar kehadirat Allah SWT. “Saya memohon kepada Allah agar Susanto diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,’ ujarnya.

Hal senada dijelaskan Sugiarto selaku Kuwu Desa Megu Gede ketika berkunjung ke Polsek Weru bahwa penganiayaan tersebut dipengaruhi oleh minuman keras. Namun sekarang Susanto menyesal akan tindakannya tersebut.

“Karena emosi akibat alkohol saya berbuat nekat, namun kini saya sadar dan menyesal,” sesalnya. Namun sayang saat hendak dikonfirmasi, Kanit Reskrim Mapolsek Weru Aiptu Jatmiko sedang tidak berada di tempat. (01/SC)