Krisis Air, Warga Beber Protes

Bentuk protes warga terhadap pemerintah Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon terkait berhentinya WSLIC di desa tersebut diungkapkan dengan menempelkan tulisan di dinding masjid, Jum'at (18/5/2012). Berhentinya air selama 3 bulan tersebut mengakibatkan warga sangat sulit mendapatkan air, terlebih saat musim kemarau. Padahal, setiap bulannya warga terus membayar iuran WSLIC kepada pengurus.

Hampir Roboh, Gedung Sekolah Tak Layak Pakai

Bangunan SD Negeri 2 Jatipiring mengalami kerusakan yang sangat parah. Bangunan tersebut tampak jelas sudah rapuh dimakan usia. Cat temboknya pun sudah banyak yang mengelupas termasuk kayu-kayu tiang penyangga sekolah yang kropos dimakan rayap. Sekolah ini benar-benar sudah tidak layak lagi. Pemerintah Daerah, Disdik dan DPRD harus tahu, agar bangunan sekolah yang rapuh itu tak membahayakan bagi siswa yang tengah belajar di sekolah ini..

Langgar Aturan, Mini Market Harus Dibongkar

Para pedagang pasar tradisional mengeluhkan keberadaan pasar modern dan mini market di Kabupaten Cirebon yang kian marak. Terlebih keberadaan mini market dan pasar tradisional hanya berjarak beberapa meter. Alhasil, pedagang khawatir kondisi itu mengancam mata pencaharian mereka. Asep (35), salah satu pedagang di Pasar Jungjang, Arjawinangun, Kabupaten Cirebon berharap pemerintah serius dalam menyikapi keluhan pedagang. “Jarak pasar tradisional dan mini market harus dipertegas, dan apabila melanggar peraturan, mini market harus dibongkar,” kata Asep kepada Suara Cirebon beberapa waktu kemarin. .

Jalan Tohiti Hampir Renggut Nyawa Warga

Bagi warga yang melalui jalan ini, hendaknya berhati-hati. Selain jalannya rusak parah, penerangan di jalan inipun mati total. Kondisi jalan Tohiti yang berada di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon ini sudah lama dibiarkan hingga hampir merenggut nyawa seseorang. Meski tidak sampai meninggal dunia, namun pengendara motor roda dua yang tergelincir akibat jalan yang bergelombang itu tetap babak belur dengan beberapa luka di tubuhnya..

Jalan Greged Rusak Parah

Beberapa kepala desa di Kecamatan Greged menuntut pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera memperbaiki jalan di wilayah ini. Pasalnya, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan yang parah dengan berbagai lubang tersebar di beberapa titik. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kecelakaan di jalan yang menjelma menjadi jalur tengkorak ini, terlebih di saat malam hari dalam kondisi jalan gelap.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Tingkat Dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Tingkat Dini. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2012

TKQ/TPQ Sunah Rosul, Sekolah Berbasis Agama


CIREBON, (SC).-
Pendidikan Agama memang bisa menjadi benteng bagi seseorang. Karena  pendidikan Agama mampu mengantispasi bahkan memiliah dan memilih perbuatan yang baik dan buruk. Apalagi jika pendidikan agama itu diberikan sejak dini, tentu ini bisa menjadi kepribadian yang mandiri dan berakhlakul karimah.  Inilah yang kini dilakukan pihak sekolah TKQ/TPQ Sunah Rosul kepada siswa-siswinya. TK yang berbasis agama ini, mampu membawa 50 siswanya menjadi siswa sisiwi yang berprestasi dan berakhlakul karimah.
TKQ/TPQ Sunah Rosul sendiri kini beralamat di Blok Pilang Sari Tengah, Kec.Kedawung, Kab.Cirebon. “bagaimanapun kami akan berusaha untuk mewujudkan visi sekolah, agar  siswa menjadi anak yang berakhlak mulia, terutama dalam kehidupan sehari-phari mereka nanti. Selain itu, sekolah juga berusaha untuk menerapkan  dan menciptakan generasi pelangsung isi masjid, inilah harapan kami,” ucap kepala sekolah, Hj. Syacimi kepada SC, Minggu (22/04).
Dijelaskan, saat ini TKQ/TPQ Sunah Rosul memiliki jumlah guru 3 orang, yakni 1 orang PNS dan 2 orang lainnya masih berstatus honorer. Selain itu, TKQ/TPQ Sunah Rosul telah melaksanakan program Rencana Kerja Harian (RKH), dan juga tengah melaksanakan Rencana Kerja Mingguan (RKM), sedangkan program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini adalah Program Semester (Promes). (Susi AS/SC**)

PAUD Nurviaryst Butuh Sarana Belajar


Kab. Cirebon, (SC).-  Pemerintah daerah (Pemkab) dan Depag seharusnya memberikan perhatian lebih kepada pendidikan produktif di usia dini. Seperti bagi Pendidikan Anak Usia Dini Nurviaryst yang berada di Blok Padusan, RT07/02, Desa Halimpu, Kec.Beber, Kabupaten Cirebon. Sekolah yang diresmikan dan berdiri tahun 2009 ini, hingga kini belum memiliki gedung atau sarana belajar sendiri dan selama itu belajar di gedung Madrasah Diniyah milik orang lain.
Meski tak memiliki gedung sendiri, prestasi siswa siswi PAUD Nurviaryst tak bisa diragukan lagi. Juara diberbagai perlombaan pun disabetnya termasuk lomba mewarnai gambar, PUAD Nurviaryst meraih juara I tingkat desa pada tahun 2012 (putra). Padahal siswa siswi yang bersekolah di PAUD Nurviaryst ini kebanayakan berasal dari kalangan ekonomi yang pas pasan.
Kepala Sekolah PAUD Nurviaryst, Eka Yulianti berharap, pemerintah daerah dan kantor kementrian agama kab.Cirebon bisa memperhatikan kondisi ini. Selain butuh sarana gedung untuk kenyamanan belajar siswa, juga perhatian dalam bentuk lainnya. “sejak tahun 2009 kami belajar di sekolah milik orang lain. Tetapi keadaan ini tak membuat siswa-siswi malas dalam belajar, mereka justru semakin bersemangat, Alhamdulillah berbagai prestasi pun banyak diraih siswa siswi PAUD Nurviaryst,” ungkapnya kepada Suara Cirebon.  
Menurut Eka Yulianti, sekalipun jumlah siswa di PAUD Nurviaryst hanya sebanyak 20 anak, tak mengurangi rasa kecintaan dan semangat mengajar para guru di PAUD Nurviaryst. Mereka para guru disini benar-benar memberikan perhatiannya dalam mengajar, sehingga siswa siswi di PAUD Nurviaryst mampu bersaing dengan PAUD lainnya.
“Ya, para guru disini sangat bersemangat dalam memajukan pendidikan, mereka adalah Riana, Dewi dan Nimade Suryani. Alhamdulillah berkat mereka pendidikan di PAUD Nurviaryst tak kalah prestasinya dengan PAUD lainnya. Sebagaimana visi sekolah untuk menyiapkan anak didik menjadi teguh, sehat, cerdas, ceria dengan misi menyiapkan anak agar dapat mandiri, disiplin, sopan santun, terampil dalam segala bidang untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya,” ucapnya. (A. Syahtori/SC**)

TK Al-Fajr Menggunakan Pola Pembelajaran CTL


Kab. Cirebon, (SC).- Selain diperkaya dengan kurikulum Pendidikan Nasional, TK Al Fajr juga menggunakan pola pembelajaran pada CTL ( Contextual, Teaching, Learning). Keunggulan pola ini, siswa akan semakin cerdas, terampil dan mandiri. Bahkan pola ini bisa memajukan pendidikan dalam meraih berbagai prestasi siswa.  “bagi TK Al Fajr, kurikulum yang dimodifikasi dan diperkaya dengan pola pembelajaran TCL merupakan terobosan baru dan bisa memberikan kemajuan sekolah maupun prestasi siswa,” ujar Uti Maryati, Kepala sekolah TK Al Fajr yang beralamat di Desa Pamengkang, Kec.Mundu, Blok Pon 05/05, Kab.Cirebon.
Di sekolah ini, siswa juga dibekali dengan berbagai kegiatan ektrakulikuler seperti seni tari dan mewarnai. Sedang prestasi yang pernah disabet siswa siswi sekolah ini, diantaranya juara I lomba mewarnai gambar, tingkat Kabupaten Cirebon pada tahun 2010-2011 dan juara III lomba senam tingkat kabupaten pada acara Hardiknas tahun 2007-2008, termasuk berbagai piala kejuaraan lainnya.
Menurut Uti Maryati, pihaknya tengah melakukan berbagai terobosan bagi terlaksananya visi, misi sekolah. Tujuannya untuk menciptakan anak didik yang beriman, bertaqwa, cerdas, berkualitas, dan matang dalam bertindak mandiri. Selain itu, sekolah juga memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui transformasi nilai-nilai keagamaan. “ya semuanya hanya untuk kemajuan sekolah, untuk itu kami harapkan dorongan pemerintah dan masyarakat Kabupaten agar TK Al Fajr menjadi sekolah unggulan dan harapan bersama,” ucap Uti Maryati yang juga menjelaskan di sekolah ini memiliki 20 siswa dengan 2 guru. (A. Syahtori/SC**)

R.A Muslimat Sekolah Mengasah Kecerdasan


Kab. Cirebon, (SC).- Siswa yang bersekolah di lembaga ini, selain diberikan berbagai keterampilan juga pengetahuan lainnya. Tujuan sekolah agar anak bisa cerdas, taqwa, terampil, mandiri dan kreatif. Sehingga sekolah harus mengembangkan bakat dan potensi anak didiknya, baik fisik motorik, intelektual, emosi maupun spiritualnya. Inilah visi misi sekolah yang kurikulumnya tetap mengacu pada kurikulum Depag, dan sejak awal didirikan R.A Muslimat tetap konsisten menjalankannya.
“Tujuan didirikan sekolah ini untuk mewujudkan visi misi sekolah. Tujuannya adalah agar terwujudnya anak di usia dini yang sehat, cerdas, terampil dan Islami. Dan kami tetap bertekad untuk bisa melahirkan anak didik yang siap, cerdas dan sukses di masa mendatang. Untuk itu, mohon dukungan masyarakat dan Pemerintah Daerah agar lulusan RA Muslimat menjadi anak-anak yang sukses dan maju di masa yang akan datang,” jelas Siti Susilawati kepada Suara Cirebon, Senin (16/04).     
Selain itu, RA Muslimat juga kerap mampu melahirkan siswa siswi berprestasi, baik di bidang calistung maupun hafalan surat surat pendek. Sekolah yang berada di Desa Sedong kidul, Kec. Sedong, Kab. Cirebon ini, sejak berdiri dan diresmikan tahun 2004 kini telah terakreditasi B. Lokasinya pun sangat strategis, termasuk sekolah yang memiliki berbagai kelengkapan belajar dan bermain. Pasti para siswa siswi disini pun merasa nyaman karena memang alat bermainnya lengkap  dan lingkungannya begitu asri.
Di sekolah ini hampir setiap Minggunya diadakan praktek ibadah, terutama di hari Jum’at, siswa diberikan latihan shalat dan berwudlu. Besoknya diadakan Sabtu Ceria melalui kegiatan olah raga seperti senam irama, senam anak sholeh dan cerdas ceria. Maka tak heran jika pada berbagai event, ajang bergengsi, RA Muslimat selalu banyak menuai prestasi, seperti juara 3 doa-doa harian, juara 1 (putri), serta juara 2 pada lomba tari daerah tingkat Kecamatan pada tahun 2012.
Untuk itu, ungkap Kepala Sekolah RA Muslimat, anak-anak disni semuanya harus berprestasi, seperti  Anindy P. sudah bisa membaca dan menghafal doa-doa pendek, putra dari orang tua bernama  Atik Rahmawati. Sedangkan Mirna Salsa Putri, kini telah menguasai doa doa harian, putridari ibu Nunung Nuryani. Selain itu juga Moh.Mahardika yang pandai mewarnai, putra dari Nining Yulianingsih, kemudiana Eva Widiya yang pandai berhitung, putrid dari Mulyati. Sedang Dea Elya Rahmah selain pandai membaca dan menulis, juga pandai berhitung (Calistung). Dea Elya Rahmah merupakan putrid dari Siti Nurlaela.
“Alhamdulillh dukungan masyarakat begitu tinggi terhadap pendidikasn RA Muslimat, meski demikian kami tetap membutuhkan doa dan dukungan lainnya, agar ke depan bisa lebih maju  lagi serta bertambah jumlah anak didiknya, dengan tetap untuk  meningkatkan mutu pendidikkan. Tanggapan masyarakat pun begitu besar, ujar Siti Susilawati didampingi para guru setempat, seperti Nurhidayah,S.Pd. I, Siti Ros, S.Pd. I, Rokhimi, A.Md, serta Mumun Siti Muntafi’ah, A.Md. (Syatori/SC**)

R. A Ibnu Bathutah “Disiplin Terus Memotivasi Prestasi Anak Didik,”


Kab. Cirebon, (SC).-  Dengan berusaha mencapai  visinya yaitu untuk mencetak anak didik yang kreatif, ceria dan berprestasi. R. A Ibnu Bathutah yang beralamat di Desa Pengarengan, Kec. Pangenan, Kab. Cirebon ini menerapkan misi-misi yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang disiplin dan mandiri, serta mencerdaskan dan membentuk karakter anak didik yang berakhlaqul karimah.
Raudhlatul Athfal tersebut berdiri dan diresmikan  pada tahun 2000, juga telah lulus penilaian dengan predikat akreditasi B. Sedangkan jumlah guru pengajar sendiri ada  7 orang yaitu Umi Salamah, S.Pd.I, Muanah, Otini, Siti Fatimah, S.Pd.I, Isyati, Masiroh Nurlaelah dan Uswatun Khasanah sebagai Kepala Sekolah.
Ketika ditemui Suara Cirebon pada Sabtu (14/04), Uswatun menjelaskan bahwa dengan mengacu pada kurikulum Kemenag, ia dan rekan-rekan guru lainnya berusaha untuk terus memberikan pendidikkan yang terbaik bagi anak didiknya.
“Disamping  menerapkan Sistem Belajar Mengajar yang mengacu pada kurikulum Kemenag, kami pun mengadakan berbagai kegiatan positif seperti melakukan kunjungan ke Kantor Pos Giro, Batik Trusmi, Toko Buku Gramedia Grage, Keraton Kesepuhan, Stasiun Kejaksaan, dan Pelabuhan Cirebon,” jelasnya.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di RA. tersebut mencakup aspek-aspek ibadah, di antaranya melakukan praktek ibadah setiap satu minggu sekali yaitu pada hari sabtu, praktek sholat dan wudhu yang dilaksanakan satu bulan sekali. Selain itu, diadakan juga olahraga rutin setiap satu minggu sekali.
Dengan usaha yang maksimal, akhirnya anak didik R. A Ibnu Bathutah telah mengukir banyak prestasi yang cukup membanggakan bagi guru maupu para orang tua muridnya, yaitu prestasi di berbagai perlombaan, diantaranya pernah menjuarai lomba Tari Nusantara tingkat Kecamatan dengan putra-putrinya yang meraih juara I di Astana Japura sebagai Pengurus cabang pada tahun 2010,  juara II Lomba Tahfidz Qur’an tingkat kecamatan dengan bertempat di cabangnya yaitu di Astana Japura pada tahun 2010, juara I lomba Kreatifitas PC IGRA Pangenan tingkat kecamatan pada tahun 2010, dan juara I lomba Mars R. A tingkat kecamatan bertempat di Astana Japura pada tahun 2009.
Sedangkan prestasi lainnya yang dicapai yaitu juara I lomba mewarnai gambar tingkat kecamatan pada tahun 2010, juara II lomba mewarnai gambar dalam rangka HUT KHB Cirebon tingkat kecamatan yang bertempat di Pangenan pada tahun 2010, juara III lomba mewarnai dalam rangka kegiatan KKN Mandiri  Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon 2010, dan juara harapan lomba mewarnai yang diadakan Hufagrip pada tahun 2006.
“Kami terus memprioritaskan sikap disiplin, dan terus berusaha menanamkannya baik pada anak didik maupun pada guru pengajarnya sendiri,” ungkapnya.
Karena disiplin pula anak didik  R.A. Ibnu Bathutah sangat termotivasi untuk berprestasi, anak-anak berprestasi yang namanya terukir di hati para guru pengajarnya, dan mengharumkan nama R. A Ibnu Bathutah tersebut ialah Rosi Ramadhani, yang menguasai semua bidang, dengan orang tua bernama Eka, sedangkan putri dari Masiah yaitu Yuli Alifah sangat mahir mewarnai, putra dari Hindun pun yang bernama Ahmad Palikh Ramdani telah menguasai seluruh materi pelajaran dan pandai membaca al qur’an, sedangkan putri dari Nini yaitu Nur Khasanah sangat menguasai bahasa dan sangatlah bersikap mandiri, dan putra dari Sumi yaitu Moh. Umai Rizqi sudah menguasai hafalan doa-doa pendek.
Meski banyaknya prestasi yang telah diraih, R. A Ibnu Bathutah tergolong R. A yang masih sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah, terkait dengan minimnya dana baik untuk segi sarana maupun prasarananya.
“Kami berharap untuk ke depannya akan ada pertambahan jumlah murid dan peningkatan mutu pendidikan,” harapnya. (A. Syatori/SC*)

Minggu, 03 Juni 2012

Pendidikan di Sekolah Agama Lebih Menjanjikan


KOTACIREBON, (SC).-
Saat ini orang tua lebih memilih pendidikan umum ketimbang sekolah agama, terutama di lingkungan pendidikan TK. Selain karena soal gengsi, soal harapan pun pendidikan umum dianggap lebih siap mengikuti zaman ketimbang di sekolah agama. Padahal dampak dari globalisasi justru mengharuskan anak memiliki basic agama yang kuat. Maka TK Islam atau PAUD yang bernafaskan agamalah yang seharusnya dibutuhkan pada era sekarang ini.
Apalagi pengaruh budaya barat yang begitu kuat terhadap prilaku anak di luar, termasuk dunia digital (teknologi), tentu orang tua harus benar-benar memberikan basic agama yang kuat sejak dini kepada anak agar tidak terkena virus barat yang terkadang bisa merusak moralitas dan prilaku anak. Di era sekarang persaingan memang tak selalu ada di dunia bisnis, di dunia pendidikan pun persaingan mulai bermunculan. Baik antar yayasan, maupun institusi pendidikan itu sendiri.
Bagi sekolah yang penyelenggaraan pendidikannanya agama tentu persaingan itu semakin sehat dan bisa memajukan, terutama  bagi kemajuan siswanya di bidang agama. Namun persoalannya akan lain jika sekolah agama harus bersaing dengan sekolah-sekolah yang berbasic umum terutama di lingkungan TK maupun PAUD. Bahkan ironisnya, sekolah-sekolah umum justru lebih laku ketimbang sekolah-sekolah yang berbasic agama. Padahal pengetahauan agama lebih siap terutama dalam mencegah derasnya arus globalisasi dunia.    
Sebagaimana diutarakan Rukiyah selaku kepala sekolah TK RQ, yang berada di Jln Panjunan no 27, Kota Cirebon. Menurutnya, kondisi saat ini cukup memprihatinkan, mengingat banyak  orang tua murid yang bangga jika anaknya dapat berbahasa Jepang ataupun Inggris ketimbang  menguasai ilmu agama. “Harusnya mereka lebih khawatir bila anaknya tidak melakukan sholat tepat waktu, dan seharusnya sangat bangga jika anaknya bisa ngaji serta pandai menghafal do’a-do’a pendek,” ujarnya.
Kendati demikian, ada suatu kondisi yang harus dimaklumi bersama, terutama jika sebagian masyarakat awam hanya melihat pada alat peraga yang dimiliki salah satu TK, sehingga bukan lagi  kualitas pengetahuan agama bagi peserta didiknya serta kemampuan tenaga pengajar atau bobot pendidikan pengajarnya,  terutama mereka (tenaga pendidik) yang benar-benar menguasai bidang pendidikan PAUD maupun RQ secara khsusus.
Untuk itu Rukiyah, yang juga menjabat sebagai ketua yayasan, sudah beberapa kali membuat terobosan baik melalui proposal maupun program lainnya. Namun hingga kini belum ada respon baik dari dinas terkait maupun instansi lainnya. Meski demikian Rukiyah tetap akan memberikan berjuang bagi kemajuan sekolahnya. “Semoga ketua IGRA Kab. Cirebon, H. Oman Faturrohman, M.A mau merespon dan memberikan bantuan kepada TK kami,” harapnya. (Susi/**)

Generasi TK Nurul Badar, Siap Bersaing



SUMBER, (SC).- Bagi TK Nurul Badar, memajukan lembaga pendidikan adalah sebuah keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Apalagi “autput” di sekolah ini hanya untuk mencerdaskan siswa-siswi TK Nurul Badar.  Apalagi tuntutan zaman yang semakin maju, tentunya sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki kematangan emosi, kekuatan spiritual dan ketajaman berfikir yang seimbang agar siap menghadapi dinamika hidup yang penuh persaingan. 
Sekolaha dengan visi menyiapkan generasi yang  cerdas, mandiri, kreatif dan berakhlaqul karimah agar dapat bersaing sesuai tuntutan zaman, TK Nurul Badar yang beralamat di Jl. K. Dul Kanan, Ds. Kanci, Kec. Asjap, Kab. Cirebon ini sejak lama sudah membiasakan anak untuk berakhlaqul karimah, mendidik dan membina anak agar mandiri untuk menempuh pendidikan dasar dan menginternalisasikan nilai-nilai agama sejak dini melalui latihan kepribadian islami sebagai misi TK tersebut.
Saat Suara Cirebon berkunjung ke sekolah ini, Senin (09/04), Jahro Hendriyani, S. Pd selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa di usia 0-5 tahun adalah saat yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan anak karena pada masa golden age  atau masa keemasan itu kecerdasan anak akan berkembang hingga 50%. “Anak diberikan stimulant untuk memancing keluarnya potensi kecerdasan, maka itu akan mempengaruhi kehidupannya kelak ketika mereka dewasa,” jelasnya.
TK yang hanya memiliki 2 orang guru honorer yaitu Lailatul Isnaiyyah, S. Pdi dan Hari Santoso ini memang berbeda dengan sekolah lainnya. Apalagi dengan sistem KBM yang mengacu pada kurikulum Disdik. Materi pelajaran yang diberikan pun disesuaikan dengan kelompok usia, yaitu kelompok A terdiri dari usia 3-4 tahun dan kelompok B terdiri dari usia 5-6 tahun.
Meski hanya mempunyai 2 orang guru Honorer, TK yang didirikan sejak tahun 1996 ini telah mempunyai banyak anak didik yang beprestasi di berbagai bidang, prestasi yang pernah didapat yaitu diantaranya lomba mewarnai diraih oleh putra dengan juara harapan I tingkat TK dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HarKesNas) pada tahun 2001, juara I lomba mewarnai gambar tingkat TK pada kejuaraan nasional tahun 2008/2009 diraih oleh putri dan juara I lomba mewarnai gambar tingkat TK pada kejuaraan nasional tahun 2004 diraih oleh putra dan putri.
Sedangkan anak yang mendapatkan prestasi dan pernah meraih juara diantaranya adalah anak dari Ipah Kholipah yaitu Wirani Azzahra yang sangat mahir mewarnai gambar, anak dari Siti Rahayu yaitu Khoirunnisa dengan menguasai hafalan surat-surat pendek, anak dari Erty yaitu Shendy menguasai bidang olahraga dan anak dari Yayah Rohayati yaitu Arifiel Laily menguasai bidang kesenian. “TK Nurul Badar akan membantu anda para ortu untuk menyiapkan generasi sholih yang sehat dan cerdas, terampil, mandiri dan kreatif,” ucap Jahro dengan ramah, saat ditemui Suara Cirebon. (Asyatori/SC*)

PAUD Az Zahrah Cetak Generasi IMTAQ yang Mandiri


SUMBER, (SC).- Berbeda dengan PAUD lainnya, PAUD Az Zahra tetap konsisten dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya. Banyak warga yang menyekolahkan putra-putrinya di sekolah ini, membuat PAUD Azzahra menjadi lembaga pendidikan di usia dini yang mandiri. Apalagi dalam kegiatan belajar mengajarnya, sekolah ini menggunakan kurikulum Depag dan Diknas yang sudah dimodifikasi dan diperkaya dengan pola pembelajaran yang baik. Dengan tujuan agar PAUD Az Zahrah mampu mencetak anak didiknya menjadi generasi ber-IMTAQ  (beriman dan bertaqwa) yang mengarah pada CTL  (Contextual Teaching Learning),
Kepala Sekolah setempat, Sofyan menuturkan, PAUD Az Zahra tengah menekankan pada aspek membaca dan pendidikan agama. PAUD Az Zahrah selalu berusaha melayani peserta didiknya secara optimal dan profesional, dengan tujuan agar bisa menciptakan iklim lingkungan lembaga dan masyarakat yang bernuansa keagamaan (syiar Islam), serta untuk menumbuh kembangkan potensi peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya. Semua ini merupakan misi dan visi di sekolah ini. “Kami berharap siswa-siswi disini bisa menjadi generasi yang beriman, bertaqwa dan berpengetahuan yang luas dengan landasan Al-Qur’an dan menjadi generasi yang berguna bagi umat manusia di bawah ridho Allah SWT,” ucapnya.
Terkait soal kurikulum juga program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di PAUD Az Zahrah,  pihak sekolah menekankan kemampuan tentang hafalan Asmaul Husna, hafalan salawat nabi, hafalan surat pendek, hafalan hadits, hafalan do’a sehari-hari, pengenalan Bahasa Arab, pengenalan Bahasa Inggris secara audiovisual, class cooking dan sains (praktik keterampilan), PAUD Az Zahrah pun menyediakan pendidikan gratis bagi anak yatim.
Dalam melaksanakan sistem KBM, PAUD tersebut membaginya dalam dua KBM, yaitu KBM yang dilaksanakan pada pagi dan siang hari, dengan usia didik yang dimulai dari usia 3 sampai 4 tahun dengan tenaga pengajar sebanyak 4 orang. Dalam pelaksanaan KBM-nya, peserta didik diajarkan Iqro klasikal dan individual, juga pengenalan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk ekskulnya diajarkan tentang seni tari dan mewarnai yang dilakukan setiap seminggu sekali yaitu pada setiap hari kamis bersamaan dengan pelajaran olahraga bersama. “Kami pun sering mengadakan renang, out bond, wisata ziarah, lomba-lomba kreatifitas, pemeriksaan kesehatan dan pentas kreasi seni, tujuan kami adalah untuk membiasakan yang baik juga mencerdaskan anak didik,” ujar Kepala Sekolah.  
Sementara itu, PAUD Az Zahrah saat ini sangat pesat kemajuannya, terutama mutu pendidikannya. Sehingga banyak mendapat respon positif dari masyarakat setempat termasuk para tokoh masyarakatnya. Mereka semua sangat mendukung dengan berdirinya PAUD Az Zahrah ini. (A Syatori/**)

RA Alummah Butuh Perhatian Pemerintah


CIREBON, (SC).- Sejak berdiri tahun 2009 dan diresmikan 5 Oktober 2011, RA Alummah banyak menemukan kendala terutama sarana bagi permainan anak. Padahal di RA Alummah, siswa-siswinya cerdas, kretaif dan mandiri. Banyak prestasi yang sudah ditoreh oleh sekolah ini diantaranya juara I pada lomba mewarnai gambar, juara II pada lomba tarian daerah, dan juara II tingkat kecamatan tahun 2012 (putri). Selain itu, juga menjadi juara pada lomba doa-doa harian, yang dilaksanakan di RA Miftahul Jannah, belum lama ini. 
Sementara itu, siswa yang mendapatkan prestasi dibidangnya itu, menurut Kepala sekolah RA Alummah, Juminah diantaranya Ibrahim di bidang mewarnai gambar, Rifa’I dibidang doa-doa harian, Siti Nur Habibah dibidang membaca, Najua Nurlaela dibidang iqro dan Mutiara dibidang berhitung. Selain itu, guna penyegaran siswa-siswinya pihak sekolah melaksanakan senam olah raga pada setiap minggunya dan praktek ibadah, wudhu serta shalat dilakukan setiap hari Sabtu.
“Semua pendidikan sudah kami berikan dengan baik kepada siswa, hanya mungkin sarana yang belum lengkapa. Untuk itu kami berharap ada uluran tangan baik Pemerintah maupun donator lainnya bagi kemajuan sarana sekolah ini agar siswa bisa belajar lebih nyaman dan bermain Islami di lingkungan sekolah, karena visi kami adalah menyiapkan generasi sehat, cerdas, terampil, mandiri dan kreatif ddengan misi membina peserta didik untuk memiliki kemantapan akidah ibadah dan akhlaqul karimah, “ ujar Juminah. (Syatori/SC*)

RA Darussalam Gudangnya Prestasi Siswa


CIREBON, (SC).- Pendidikan anak di usia dini merupakan kunci bagi perkembangan anak,  penanaman karakter juga pembentukan kepribadaian. Di RA Darussalam inilah semua itu bisa didapatkan oleh siswa. Maka talk heran sekolah yang didirikan pada tahun 1998 di Jln. Raya Curug Desa Curug,  Kec.Susukan Lebak, Kab.Cirebon ini, kini berkembang pesat. Bahkan siswa-siswi di RA Darusslam kerap mendapatkan banyak prestasi.  
Prestasi yang pernah diraih diantaranya, lomba mewarnai gambar meraih juara I tingkat TK kejuaraan Nasional terbuka tahun 2007, 2008 (putra-putri_) babak penyisihan, lomba mewarnai gambar dalam rangka ulang tahun SMA Negeri I Lemahabang tahun 2010 (putra-putri) dan masih banyak lagi prestasi lainnya. Hebatnya lagi, lulusan dari RA Darussalam kebanyakan memiliki kemampuan membaca cerita sederhana sebagai dasar untuk melanjutkan ke SD/MI.
“Selain penanaman budi pekerti yang luhur, juga diajarkan membaca Iqro 1 sampai dengan 6, kemudian hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, hafalan beberapa hadist pendek, hafalan beberapa surat pendek, hafalan beberapa asma’ul khusna, serta siswa dilatih untuk berani mandiri dan kreatif,” ujar kepala Sekolah RA Darussalam Jaetun Am.d
Selain itu, ungkap Jaetun, RA Darussalam sangat unggul dibidang agama. sehingga banyak siswa di sekolah ini yang berprestasi, diantaranya, Faisal Dwi Prastiyo menguasai seluruh bidang mata pelajaran dengan orang tua Neneng Endahyani, Roja Rohiyatul Jannah menguasai di bidang mewarnai dengan orang tua Nurohmat, Moh. Jaenal Maulana menguasai di bidang berhitung dengan orang tua A. Yani, Muhammad Samsul Rois menguasai di bidang do’a-do’a pendek dengan orang tua Drs. Asikin, MM. Pipian Siti Nurhayati menguasai di bidang seni dan olah raga dngan orang tua Umayah.
“Saya berharap kedepan sekolah ini lebih mandiri dan disiplin. Ini sebagai bnetuk pelaksanaan dan penjabaran dari visi sekolah yakni mewujudkan pretasi didik yang beriman, bertaqwa, cerdas, berkualitas dan matang dalam bertindak mandiri. Demikian juga dengan misi sekolah yakni mengembangkan bakat dan potensi anak, bak fisik motoriknya, intelektual dan spiritual,” jelsnya. (Syatori/SC*)

RA Miftahul Falah Konsisten Cetak Generasi Berprestasi


SUMBER, (SC).- Bagi para guru dan sekolah, menjadikan siswa berprestasi menjadi kebanggan tersendiri. Hal yang paling membanggakan bagi guru adalah keberhasilan anak didiknya dalam meraih prestasi, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolahnya. Salah satu contohnya adalah R. A Miftahul Falah, R. A yang berdiri sejak tahun 2004 dan diresmikan pada Desember 2005 ini mempunyai banyak anak didik yang berprestasi di berbagai bidang.
Beralamat di Jl. Pahlawan, Desa Mandala, Kec. Dukupuntang, Kab. Cirebon, R. A Miftahul Falah  telah terakreditasi B dan memiliki keunggulan yang sangat menonjol di bidang iqro, mulok (muatan local) serta hafalan surat-surat pendek. Tenaga pengajar R. A tersebut terdiri dari 3 orang guru honorer yaitu dan 1 orang PNS, materi yang diberikan pun disesuaikan dengan kurikulum Departemen Agama (Depag).
Selain rutin dalam menjalankan sistem KBM-nya, diadakan pula beberapa kegiatan lainnya yaitu setiap  satu minggu sekali pada hari sabtu diadakan olahraga senam sehat gembira I dan sehat ceria II, di hari yang sama diadakan pula kegiatan gosok gigi bersama. “Kegiatan tersebut  mulut,” jelas Siti komariyah, S.Ag selaku kepala sekolah ketika ditemui SC pada Kamis,(05/04).
Setiap satu bulan sekali diadakan pula jalan santai serta observasi, sedangkan untuk praktek ibadah dilakukan seminggu sekali, yaitu wudhu, gerakan sholat, praktek adzan dan komat untuk anak laki-laki. Anak didik R. A Mitahul Falah telah meraih banyak prestasi di beberapa kegiatan diantaranya yaitu prestasi yang diraih oleh murid putri pada tahun 2010, juara III Lomba Pildacil tingkat kabupaten yang diadakan di Sumber dan juara I Lomba Pildacil tingkat kecamatan yang diadakan di Cangkoak, pada tahun 2009 meraih juara II lomba Iqro tingkat kecamatan dan juara harapan I lomba hafalan doa-doa harian tingkat kecamatan yang diadakan di bobos.
Sedangkan prestasi yang diraih oleh murid putra diantaranya yaitu pada tahun 2010 meraih juara II lomba Pildacil tingkat kecamatan yang diadakan di cangkoak dan juara I lomba hafalan surat pendek harapan tingkat kecamatan, sedangkan pada tahun 2007 meraih juara III lomba mewarnai tingkat kecamatan yang diadakan di bobos. Untuk Lomba mars Radlatul Athfal (R.A) pada tahun 2010 yang diadakan di Cangkoak, regu dari  R. A Miftahul Falah meraih juara II tingkat kecamatan. “Kami berharap agar jumlah murid yang masuk tahun ini dapat bertambah, disamping itu kami juga ingin meningkatkan mutu pendidikan,” harapnya.
Anak-anak yang telah meraih prestasi dan sangat menonjol di bidangnya masing-masing diantaranya putri dari Yeyet Sumyati yaitu Ulfah yulia sari  disamping menguasai iqro 1 sampai dengan iqro 6, ia juga menguasai semua bidang. Selain Ulfah, putra dari Siti Rohmah yaitu Ndang Sutrisno pratama  dan putri Utiyah yaitu Alvi Nurel Azizah pun sangat mahir mewarnai gambar, sedangkan putra dari Yayah yaitu Firdaus sangat menguasai hafalan.“Meski banyak anak yang berprestasi, kami masih sangat membutuhkan bantuan untuk sarana prasarana terutama ruang belajar,” keluhnya. (Asyatori/SC*)

TKQ / TPQ Sunah Rosul, TK Berbasis Agama


CIREBON, (SC).- Taman Kanak-kanak Al Qur’an (TPQ), maupun Taman Pendidikan Qur’an (TPQ),  tentu akan menanamkan pendidikan qur’aniyah kepada para siswanya. Seperti  pendidikan di TPQ Sunah Rosul, sejak berdiri TPQ yang satu ini telah menjadi TPQ/TKQ  berbasis agama.  “kami tetap ingin menjadi lembaga pendidikan yang terbaik dan islami. Sekalipun kami berada dibawa payung Yayasan, tetap tujuan TPQ/TKQ berbasis agama harus tercapai. Inilah yang membedakan kami dengan pendidikan lainnya, karena harapan kami siswa-siswi disini selain memiliki pengetahuan agama yang cukup juga mental dan kepribadian yang baik,”  ujar Hj Syacimi, Kepsek setempat kepada SC
Dijelaskan Hj Syacimi, sekalipun bernaung di Yayasan, TK yang berbasis agama ini sudah mendapatkan perhatian dari Manteri Agama RI dengan diturunkannya Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Bantuan tersebut bertujuan untuk memperlancar  Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah ini. Apalagi semua kegiatan TK tidak terlepas dari alat peraga, yang berbeda dengan bantuan untuk rehab atau pembangunan gedung,  tentunya kegiatan ini diperlukan pengajuan proposal terlebih dulu.
Memang TKQ / TPQ Sunah Rosul yang berada di Desa Pilangsari Tengah, Blok Pilangsari Tengah, Pimpinan Hj. Syacimi ini banyak melakukan terobosan baik melalui pengajuan proposal untuk perehaban gedung TK juga untuk kebutuhan lainnya, sehingga pendidikan bisa berjalan baik sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan. Apalagi kini di TK yang di pimpinnya memiliki jumlah siswa sekitar  50 anak tentua sarana belajarnya harus nyaman.  Meski demikian Kepsek yang mudah ditemui tamu ini menginginkan siswa-siswinya kelak menjadi pencinta masjid. “terus terang saya prihatin kalau masjid sepi, tidak ada orangnya. Mudah-mudahan nanti lulusan di sekolah ini kelak menjadi pencinta dan penghuni masjid yang sukses baik di dunia maupun di akherat kela, juga menjadi anak yang mengerti Al-Qur’an dan hafal Al-Qur’an,” pintanya. (Susilowati/SC*)

TK Al-Irsyad Al-Islamiyah Sekolah Penuh Prestasi


KOTA CIREBON, (SC).-
Hingga kini TK Al Irsyad Al Islamiyah masih konsisten di jalur pendidikan. Siswa-siswinya terus mendapatkan gemblengan yang serius, baik di bidang pendidikan Islam maupun pengatahuan umum lainnya. Hal ini membuat TK Al Irsyad Al-Islamiyah menjadi sekolah pilihan para orang tua siswa. “Terus terang saya bangga dengan sekolah ini, guru-gurunya professional dan lingkungan Islaminya begitu kuat, membuat siswa-siswi disini menjadi berkarakter baik,” ujar salah satu orang tua siswa, saat dihubungi Suara Cirebon, Senin (09/04).
Sebagai sekolah yang mendapat kepercayaan masyarakat, tentunya TK Al-Irsyad Al-Islamiyah yang beralamat di Pekarungan No. 59 harus lebih progresif, dinamis dan bermutu. Mengingat banyak dukungan warga yang menyekolahkan siswa-siswinya di sekolah ini. Apalagi sebagian besar tenaga pengajarnya berlatar belakang sarjana, tentu misi pendidikannya selain untuk mencerdaskan juga sebagai insitusi basic bagi pembentukan karakter anak.    
Berdasarkan data yang diperoleh Suara Cirebon, jumlah keseluruhan murid di TK Al Irsyad Al Islamiyah saat ini sebanyak 158 siswa dengan 17 tenaga pengajar. Sejumlah murid di TK favorit ini, dalam perkembangannya banyak manyabet prestasi, baik dari kegiatan yang diadakan setiap tahunnya, maupun kegiatan yang diselenggarakan di tingkat yayasan. Prestasi lainnya juga diraih di tingkat Kecamatan maupun di tingkat Kabupaten.
“Banyak prestasi dan piala yang telah diraih, seperti salah satu murid bernama Iqbal. Di tahun 2012 ini Iqbal meraih juara 1 tingkat Kecamatan di lomba cerdas cermat, sedangkan Madin meraih juara II di perlombaan tingkat kota, dan masih banyak lagi prestasi lainnya jika disebutkan satu persatu, yang pasti manajemen yang dibangun di sekolah ini sangat baik dan professional. Semua berkat keuletan dan keteladanan Kepala Sekolah Ibu  Resmawati, S.H,” ujar Nesti Sulistiani, S.H, salah satu guru TK Al-Islamiyah saat dihungi SC di sekolah. (Susi/**)

PAUD Al Firatin Nyaman Buat Menimba Ilmu


CIREBON, (SC).- PAUD Al Firatin di Jln Raya Suci, Desa Suci, Kec.Mundu, Kab.Cirebon, nyaman buat menimba ilmu. Sekolah yang didirikan pada tahun 2009 ini memang sejak didirikan bertujuan untuk mencetak anak didiknya agar menjadi generasi yang beriman, bertaqwa dan berpengetahuan yang luas dengan landasan Al-Qur’an, sehingga menjadi generasi yang berguna bagi umat manusia, bangsa dan Negara.
Sekolah ini selain jauh dari keramaian jalan, juga memiliki tekad yang kuat dalam mencetak generasi anak yang mandiri dan berpengetahuan luas. Kepala Sekolah pun sangat antusias dalam  mewujudkan dan mengedepankan mutu pendidikan terutama di bidang keagamaan di sekolah ini. Meski demikian Kepala Sekolah PAUD Al Firatin mengeluhkan soal sarana dan prasarana yang sangat minim, termasuk alat bemain, gedung atau ruang kelas untuk belajar mengajar.
Dengan visi sekolah yang kami miliki yakni mendidik sejak dini dengan menumbuh kembangkan potensi dan kreatifitas anak melalui program bermain sambil belajar dan misi melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak, mewujudkan pembelajaran generasi yang beriman, berakhlak terampil, mandiri dan berdaya saing, tentu sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan untuk pembangunan sekolah yang lebih baik. “ya tanpa perlengkapan sekolah yang memadai, tentu akan banyak hambatan. Untuk pemerintah diminta untuk memperhatikan kondisi ini, agar sekolah bisa maju dan berkembang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Sukari, Am.d didampingi para guru setempat, Onani Nuraini, Jaenah SE., Hera Herliana, dan Eva Jumalia. (Syatori/SC*)

PAUD (Kober) Adinda Sekolah Masa Depan Islami


SUSUKAN LEBAK, (SC).-
Kemajuan Pendidikan Anak diusia  Dini, di PAUD Kober Adinda, yang berada di Jln Raya Curug Wetan, Curug Wetan, Kec.Susukan Lebak, Kab.Cirebon, mengundang banyak perhatian warga. Selain sekolah yang didirikan sekitar tahun 2010 ini banyak menorah prestasi, juga di PAUD ini, anak memiliki masa depan yang Islami. “Sudah banyak prestasi yang diraih PAUD ini, sekalipun berdirinya baru beberapa tahun, tapi mampu bersaing dengan sekolah lainnya. Terbukti kini siswa banhyak mendapat penghargaan dan piala dalam berbagai ajang perlombaan,” ujar Kepala Sekolah PAUD Kober Ainda, Heni Lesmanawati kepada Suara Cirebon.
Prestasi itu, lanjut Lesmanawati di antaranya juara lomba mewarnai tingkat kabupaten dalam rangka Hari Anak Nasional tahun 2011 (putri), juara II lomba kreasi tari tingkat Kabupaten 2011 (putri), lomba mewarnai dalam rangka  memperingati 17 Agustus 1945 tingkat Kecamatan. Sedang siswa-siswi yang menonjol dan berprestasi seperti di kelompok A, yakni Nouval di bidang bahasa dan motorik kasar,  Hiswa di bidang bahasa dan motorik kasar,  Yusup di bidang kemandirian kognitif.
Sedang di kelompok B, di antaranya Manda Ramadani di bidang moral agama dan kognitif, Dini Rahmawati di bidang bahasa dan seni,  Gepira Nurajijah di bidang olah raga dan seni,  Jihan Sahira di bidang bahasa dan moral agama,  Amelia Jepinaroh di bidang motorik halus, Tiffani di bidang moral agama, Rani Nurindah Sari di bidang moral agama dan  Galuh Pratama Nugraha di bidang kemandirian dan sosial.
“Ta semua ini semata untuk melaksanakan dan menjabarkan visi sekolah yakni meningkatkan mutu kualitas menjadi anak yang berakhlakul karimah. Sedang misi sekolah untuk meningkatkan kreatifitas pembelajaran dan kemandirian anak menyiapkan mentalisasi anak untuk menuju ke jenjang SD. Demikian juga dengan soal materi, untuk di PAUD ini kami berikan siswa materi yang mengacu kurikulum Diknas No.58 dengan metode PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inofatif, Kreatif, Edukatif, Menyenangkan). Dan hamper setiap minggunya anak diberikan latihan praktek ibadah setiap hari Jum’atnya, termasuk olah raga agar kesehatan mereka tetap terjaga,” terang Heni Lesmanawati didampingi para guru lainnya, Elvira, Umaeni dan Nova Anggraeni. (A. Syahtori/SC**)

Sekolah Sarat Prestasi RA Al-Ishlah, Pendidikan Modern Berbasic Agama



SUMBER, (SC).-
Upaya pencapaian visi bagi RA Al Islah adalah suatu keharusan yang mutlak untuk dilakukan. Para guru yang dimotori pihak Kepala sekolah pun terus dengan gencar melakukan berbagai terobosan. Tujuannya hanya satu yakni bagaimana RA Al Islah bisa  menyiapkan anak didiknya menjadi generasi yang sholih, sehat, cerdas, terampil, mandiri, dan kreatif. Maka misi inilah yang kini tengah terus diperjuangkan sekolah ini. 
Sekolah yang diresmikan pada 31 Oktober 1984 ini, memang dalam perjalannya terus mengalami peningkatan yang signifikan, baik prestasi pendidikan maupun mutu dan kualitas sekolahnya. Sehingga banyak orang tua yang berebut ingin menyekolahkan anaknya ke RA Al Islah. Apalagi di antara orang tua siswa banyak pula yang tahu jika misi RA Al Islah untuk mengembangkan bakat dan potensi anak, baik fisik, motorik, intelektual, emosi maupun spiritualnya, agar terjadinya keseimbangan antara jasmani dan rohani.
Dallilah, S.Ag., kepala sekolah setempat menjelaskan, bahwa dalam rentang waktu yang cukup panjang, sejak 1984 hingga saat ini kiprah RA Al Ishlah tetap konsisten dalam mewujudkan visi dan misinya. “Semua ini berkat sentuhan lembut dan penuh cinta kasih dari pendidiknya yang tulus memberikan ilmunya, sehingga RA Al-Ishlah sampai saat ini tetap eksis dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi lulusannya,” ucapnya saat dikunjungi Suara Cirebon, kamis, (05/04), di tempat kerjanya.
Dailah juga menjelaskan, bahwa saat ini jumlah guru pengajar di RA terdapat 7 orang guru dengan berlatar belakang pendidikan Diploma I. dan semuanya merupakan lulusan dari Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK).  Selain itu, para pengajar disini pun sejak menjadi guru telah memiliki dedikasi yang tinggi, juga mengerti tentang bagaimana mendidik anak, karena memang yang menjadi guru disini harus benar-benar memiliki bekal keilmuan yang cukup.
Sekolah yang beralamat di Jalan Raya Imam Bonjol, Desa Bobos, Kec. Dukupuntang, Kab. Cirebon ini kini telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional dan memperoleh izin operasional dari Depag pada 24 oktober 1986. Sepanjang itu, sudah banyak prestasi yang ditoreh oleh para siswa-siswi sekolah ini, seperti yang diraih prestasi putra di antaranya juara III lomba pildacil, juara I lomba praktek sholat, juara I lomba hafalan do’a dan juara II pada lomba pildacil tingkat kecamatan pada tahun 2011.
Sedangkan prestasi putri juara II dalam lomba baca iqro 4, juara I pada kejuaraan beregu dalam lomba mars RA, juara II pada lomba RA teladan dengan penilaian dari segi bangunan sekolah, sarana dan prasarananya, juara harapan I lomba mewarnai dan juara II pada lomba karnaval HUT RI tingkat kecamatan Dukupuntang pada tahun 2009 lalu dan masih banyak lagi prestasi lainnya.
“Sebenarnya masih banyak prestasi lainnya, termasuk fasilitas penunjang yang terdapat di RA Al-Ishlah seperti gedung yang sudah permanen, alat bermain in door dan out door, lapangan olahraga, serta mushola untuk praktek sholat, termasuk kami juga menyediakan beasiswa bagi siswa yang tidak mampu,” jelas Dallilah. (A. Syatori/SC)

Sabtu, 02 Juni 2012

PAUD Al Anwar Gunakan Kurikulum Disdik dan Berbasis Karakter


SUMBER, (SC).-
PAUD TK Al Anwar menggunakan kurikulum Dinas Pendidikan dan kurikulum berbasis karakter yang diadopsi dari yayasan IHF (Indonesia Heritage Foundation). Hal ini untuk meningkatkan dan menerapkan karakter agar anak memiliki IQ, EQ dan SQ yang tinggi.
Menurut Kepala PAUD Al Anwar, Rowimah mengatakan bahwa kurikulum berbasis karakter memberikan berbagai muatan dan menumbuhkan karakter siswa. Dengan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan sifat anak-anak akan lebih mengutakan dan mempermudah proses pembelajaran. “Kami melaksankan kurikulum berbasis karakter melalui metode 3 aspek yaitu Knowning The Good (pengetahuan), Feeling Loving The Good (mendekati anak penuh perasaan dan cinta kasih) dan Acting The Good (melakukan apa-apa yang sudah diketahui),” katanya.
Keterkaitan program itu memprioritaskan jurnal yang dilaksanakan setiap hari menjelang kegiatan inti. Jurnal tersebut menerapkan agar siswa mengekspresikan melalui goretan-goretan pensil sesuai emosi siswa pada saat itu. “Kami juga melaksanakan program mengaplikasikan pendidikan karakter melalui 9 pilar karakter,” terangnya.
PAUD yang berada di Jl. Sunan Drajat, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon ini didirikan dan diresmikan pada tanggal 7 Juli 2003. Dan saat ini PAUD Al Anwar memiliki berbagai program unggulan seperti mengupayakan kebutuhan utama siswa berupa baca tulis Al-Qur’an menggunakan metode tilawatil. “Kami menargetkan siswa dapat membaca Al-Qur’an dengan benar yaitu secara fasih, benar dan cepat sekaligus menanamkan irama lagu Rosyet,” ujarnya.
Pihaknya mengupayakan memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga saat anak lulus dari PAUD Al Anwar mampu berkompetensi di tingkat pendidikan lanjutan (SD dan seterusnya-red) dengan menggunakan metedologi yang sesuai dengan psikolgi anak. “Kami pernah mendapat bea siswa program pendidikan karakter dari Jawa Barat senilai Rp. 17 juta pada tahun 2008 yang ditujukan untuk anak-anak yang mendapatkan rengking the best,” katanya.
Rowimah mengharapkan agar kepercayaan masyarakat terhadap PAUD Al Anwar semakin meningkat karena pihaknya memiliki metode pendidikan yang sangat baik yang salah satunya adalah bagaimana membentuk anak yang cerdas tidak sekedar IQnya saja, tapi juga memaknai kecerdasan secara kholistik. “Pada umumnya program ini dijalankan di wilayah Sumber, dan khususnya program ini dijalankan di PAUD Al Anwar,” pungkasnya. (A. Syahtori/SC)

PAUD Darul Hikmah Terapkan Metode Pembelajaran Menyenangkan


SUSUKAN LEBAK, (SC).-
Proses kegiatan belajar yang menyenangkan dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi. Pasalnya, dengan situasi tersebut siswa akan lebih antusias dan menyerap isi belajar. Tidak terkecuali PAUD Darul Hikmah menggunakan metode tersebut.
“Kami melaksanakan pembelajaran yang menarik seperti bermain boneka, praktek memasak, hafalan do’a pendek serta belajar iqro 1 dan belajar berhitung. Selain itu kam juga melaksanakan senam setiap 1 minggu sekali, sedangkan praktek ibadah kami lakukan setiap 1 bulan sekali diantaranya praktek wudhu,” ujar Kepala PAUD Darul Hikmah, Yoyoh Maesaroh, S.Pd.I. kepada Suara Cirebon ketika ditemui di ruang kerjanya.
PAUD yang berada di Jl. Raya Pesawahan, Blok Manis, RT.01/01, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon ini didirikan dan diresmikan pada tanggal 1 Januari tahun 2012 kemarin. Dengan keunggulan di bidang menghitung, mengenal huruf dan hafalan do’a sehari-hari PAUD Darul Hikmah memiliki prestasi seperti dalam lomba mewarnai tingkat PAUD tahun 2012.
Anak didik PAUD Darul Hikmah memiliki kemampuan lebih di bidang masing-masing seperti Moh. Fauzan menguasai bidang mewarnai, Alif Nurul Fadil bidang hitung, Moh Khoirul Anwar bidang bacaan do’a pendek, Risma Mutiara bidang berhitung, Siti Jaenab bidang huruf, Irfan Maulana bidang mewarnai, Juliana Nuralisa bidang menyanyi, Zahra bidang membaca, Mir’atun Khayati bidang mewarnai dan Moh. Farhan Abdillah menguasai bidang huruf abjad.
Maesaroh berharap agar para guru PAUD Darul Hikmah yaitu Siti Amela, Lina Rosliana, Eroh Rohaeni dan Era Saerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Saya ingin PAUD Darul Hikmah semakin maju dan dapat mencetuskan generasi unggul berakhlakul karimah. Dan saya memohon kepada pemerintah dan instansi terkait untuk memperhatikan kami khususnya dalam bidang sarana dan prasarana agar proses KBM dapat berjalan dengan lebih baik lagi,” pungkasnya. (A. Syahtori/SC)

RA Nurul Huda Kombinasikan KBM dengan Observasi


SUSUKAN LEBAK, (SC).-
RA Nurul Huda sangat mengunggulkan bidang agama. Pasalnya, landasan agama merupakan bekal yang sangat penting bagi anak. Selain itu, pihak RA pun mengajarkan pendidikan formal dengan mengkombinasikan dengan observasi di lingkungan sekitar.
Menurut Kepala RA Nurul Huda, Hj. Alimah bekal agama pada anak merupakan suatu keharusan untuk memproteksi diri anak dari pengaruh negative terutama di era globalisasi sekarang ini. “Kami mengajarkan do’a-do’a sebelum masuk sekolah dan sesudahnya, serta mempelajari materi observasi dengan mengunungi dan memperkenalkan air terjun di pesawahan,” ujarnya.
Dengan 6 guru, RA yang berada di Jl. Pasawahan Desa Pesawahan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon ini memiliki keunggulan dalam bidang membaca iqro, do’a sehari-hari, surat-surat pendek dan bacaan shalat. “Setiap satu minggu sekali kami megnadakan praktek shalat, wudhlu, olahraga dan senam ceria,” terangnya.
RA yang didirikan dan diresmikan pada 12 Juli 1994 ini menandang akreditasi C dan memiliki banyak prestasi seperti juara 1 lomba mewarnai tingkat  kecamatan Susukan Lebak tahun 2011, juara 2 lomba mewarnai tingkat Kabupaten 2011-2012, juara 3 lomba membaca surat-surat pendek tingkat kecamatan Sindang Laut tahun 2011 dan lainnya.
Sebanyak 32 anak didik RA Nurul Huda memiliki bakat dan kemampuan masing-masing seperti Af’al menguasai bidang agama, matematika dan membaca, Putra bidang kesenian, Lisna bidang mewarnai, Moh. Fatiri bidang surat-surat pendek dan Arbi menguasai bidang membaca dan olah raga.
Hj. Alimah berharap agar kedepannya RA Nurul Huda dapat lebih maju lagi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Semoga semakin banyak orang tua yang menitipkan anaknya di RA Nurul Huda. Dan kami mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana terutama kepala desanya agar lebih condong memperhatikan RA Nurul Huda,” pungkasnya. (A. Syatori/SC)

RA Nurul Hidayah Kurikulum SD Meningkat, Siapkan Anak Didik dengan Matang


SEDONG, (SC).- RA Nurul Hidayah menyeimbangkan pendidikan agama dan pendidikan formal. Pasalnya, teori dan kurikulum di tingkat SD semakin tahun semakin meningkat sehingga dibutuhkan kesiapan yang matang untuk para anak agar dapat berpacu di tingkat tersebut.
Menurut Kepala RA Nurul Hidayah, Hj. Rohamah. S.Pd.I., meningkatnya teori dan kualitas pendidikan di tingkat SD harus diiringi dengan meningkatnya kualitas di tingkat RA. “Kalau kami tidak siap dan mempersiapkan dengan semaksimal mungkin dikhawatirkan anak kami akan ketinggalan saat duduk di bangku SD,” ujarnya kepada Suara Cirebon ketika ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.
Dalam proses KBM nya, RA yang berada di Jl. Raya Sedong Lor / Jl. Mustofa 01/01 Desa Sedong Lor Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon memiliki guru-guru handal seperti Muniroh, Siti Arupah, Armini, Nur Edi Rahmayanti dan Alfi Mahmudah. Mereka mendidik sebanyak 38 murid yang berasal dari lingkungan sekitar.
Para guru tersebut memberikan berbagai macam materi seperti agama yaitu membaca iqro 1 sampai dengan iqro 4 dan juga pelajaran umum seperti matematika, bahasa, motorik, sains dan lainnya. Bahkan, RA Nurul Hidayah melaksanakan praktek sebagai tes untuk menguji pemahaman anak yang dilakukan setiap hari Jum’at, sedangkan pada hari Sabtu dilakukan olah raga jalan santai.
Berkat kerja keras dan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua, PAUD yang didirikan dan diresmikan pada tanggal 23 maret 1994 ini berhasil meraih predikat sebagai sekolah dengan kualitas yang sangat baik dengan menyandang predikat akreditasi A. “RA Nurul Hidayah selalu mendapatkan piala dengan prestasi yang tinggi,” tandas Hj. Rohamah.
Hj. Rohamah menyebutkan bahwa PAUD Nurul Hidayah memiliki segudang prestasi seperti meraih juara 2  dalam lomba pildacil putra tingkat kecamatan tahun 2012, juara 1 lomba Pildacil putrid tingkat kecamatan tahun 2011, juara 2 lomba tari putra-putri tingkat kecamatan tahun 2012, juara 1 lomba membaca surat pendek putra tingkat kecamatan tahun 2012, juara 1 lomba puisitasi putrid tingkat kecamatan tahun 2008, juara 2 lomba puisitasi putrid tingkat kabupaten tahun 2009, juara 2 lomba baca iqro putra tingkat kecamatan tahun 2012, juara 1 lomba baca surat pendek tingkat kecamatan tahun 2012, juara 1 lomba baca do’a-do’a putrid tingkat kabupaten tahun 2009, juara 1 lomba busana muslim putra tingkat kecamatan tahun 2009 dan meraih juara 2 dalam lomba puisitasi putra tingkat kabupaten pada tahun 2009.
Dari sekian banyak murid, mereka memiliki keunggulan masing-masing seperti Najua menguasai bidang pildacil, Syahfa bidang busana muslim, Handi bidang puisitasi, Amelia bidang mewarnai dan Epaj Pajrurido menguasai bidang pildacil. “Kami berharap semoga lulusan RA Nurul Hidayah ini menjadi anak yang berguna bagi orang tua, nusa bangsa dan agama dengan dilandasi akhlakul karimah,” pungkasnya. (A.Syatori/SC)