Krisis Air, Warga Beber Protes

Bentuk protes warga terhadap pemerintah Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon terkait berhentinya WSLIC di desa tersebut diungkapkan dengan menempelkan tulisan di dinding masjid, Jum'at (18/5/2012). Berhentinya air selama 3 bulan tersebut mengakibatkan warga sangat sulit mendapatkan air, terlebih saat musim kemarau. Padahal, setiap bulannya warga terus membayar iuran WSLIC kepada pengurus.

Hampir Roboh, Gedung Sekolah Tak Layak Pakai

Bangunan SD Negeri 2 Jatipiring mengalami kerusakan yang sangat parah. Bangunan tersebut tampak jelas sudah rapuh dimakan usia. Cat temboknya pun sudah banyak yang mengelupas termasuk kayu-kayu tiang penyangga sekolah yang kropos dimakan rayap. Sekolah ini benar-benar sudah tidak layak lagi. Pemerintah Daerah, Disdik dan DPRD harus tahu, agar bangunan sekolah yang rapuh itu tak membahayakan bagi siswa yang tengah belajar di sekolah ini..

Langgar Aturan, Mini Market Harus Dibongkar

Para pedagang pasar tradisional mengeluhkan keberadaan pasar modern dan mini market di Kabupaten Cirebon yang kian marak. Terlebih keberadaan mini market dan pasar tradisional hanya berjarak beberapa meter. Alhasil, pedagang khawatir kondisi itu mengancam mata pencaharian mereka. Asep (35), salah satu pedagang di Pasar Jungjang, Arjawinangun, Kabupaten Cirebon berharap pemerintah serius dalam menyikapi keluhan pedagang. “Jarak pasar tradisional dan mini market harus dipertegas, dan apabila melanggar peraturan, mini market harus dibongkar,” kata Asep kepada Suara Cirebon beberapa waktu kemarin. .

Jalan Tohiti Hampir Renggut Nyawa Warga

Bagi warga yang melalui jalan ini, hendaknya berhati-hati. Selain jalannya rusak parah, penerangan di jalan inipun mati total. Kondisi jalan Tohiti yang berada di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon ini sudah lama dibiarkan hingga hampir merenggut nyawa seseorang. Meski tidak sampai meninggal dunia, namun pengendara motor roda dua yang tergelincir akibat jalan yang bergelombang itu tetap babak belur dengan beberapa luka di tubuhnya..

Jalan Greged Rusak Parah

Beberapa kepala desa di Kecamatan Greged menuntut pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera memperbaiki jalan di wilayah ini. Pasalnya, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan yang parah dengan berbagai lubang tersebar di beberapa titik. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kecelakaan di jalan yang menjelma menjadi jalur tengkorak ini, terlebih di saat malam hari dalam kondisi jalan gelap.

Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2012

424 Desa Ikuti Lomba Desa Tingkat Kabupaten Cirebon


Kab. Cirebon, (SC).- Lomba desa yang penilaiannya pada (16/4) di balai Desa Karangsari, diikuti oleh 424 desa se-Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemajuan desa di segala bidang. Sebab kemajuan desa bisa memberikan konstribusi bagi kehidupan ekonomi warga, pendidikan juga kemajuan pembangunan. Sedang penilainnya sangat ditentukan oleh delapan bidang yakni pendidikan, kesehatan, pemerintahan, pembangunan, ekonomi, PKK, BPD dan pertanian.
Kepala Desa Karangsari, Yusup mengatakan, lomba desa ini akan diikuti oleh 424 desa dari 42 kecamatan dan Desa Karangsari ditunjuk untuk mewakili Kecamatan Weru. Lomba desa ini, lanjutnya, akan mewujudkan desa yang aman, cerdas dan berkualitas, sesuai dengan program pemerintah di delapan bidang yang dinilai.
Dijelaskan, terpillihnya Desa Karangsari mewaki1i Kecamatan Weru bukan semata-mata hasil  tunjuk Camat,  tetapi hasi1penilaian dari muspida Kecamatan Weru. Dan penilaian lomba desa ini dihadiri oleh Camat, Koramil, Kapolsek dan pejabat yang lain, juga ditunjukannya produk kerajinan dari Desa Karangsari, sebagai sa1ah satunya adalah bahan tenun yang sejak lama berdiri.
“Dalam menjalankan tugas roda keperintahan desa, tergantung pada peran serta Kepala Desa. Selain itu juga kerja sama dengan para aparatur desa, sehingga bisa mewujudkan pembangunan desa yang berkuaitas dalam segala bidang. Sedang kemajuan di Desa Karangsari semua berkat kerja sama para toko masyarakat aparat desa yang sifatnya gotong-royong,” jelasnya. (Kodim/SC**)

Masyarakat Harapkan Peningkatan Pelayanan atas Kenaikan Gaji PNS


CIREBON, (SC).-Pada 6 Februari lalu, Presiden Susilo Bambang Yudoyono telah menandatangani Peraturan Pemerintah soal Perubahan gaji Pegawai Negeri Sipil, dalam PP bernomer  15 tahun 2012 dikatakan kenaikan gaji PNS berlaku sejak 1 Januari 2012 dan pada penjelasan PP itu disebutkan kenaikan gaji tersebut dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan PNS. berdasarkan informasi yang dihimpun SC, bahwa PP yang baru itu menyebutkan kini gaji pokok terendah seorang PNS sebelum Remunerasi adalah Rp 1.260.000 untuk golongan 1a dengan masa kerja 0 tahun, gaji tersebut diluar tunjangan yang besarnya untuk Istri/Suami 10% dari gaji pokok, tunjangan pangan sebesar sebesar nilai beras per 10 Kg/orang tunjangan Jabatan untuk Pejabat Struktural maupun Fungsional,dan tunjangan Umum untuk yang tidak memegang jabatan struktural dan fungsional.
Berikut ini Data gaji PNS sesuai dengan golongannya yang berhasil dihimpun SC, PNS Golongan IIIa dengan masa kerja 0 tahun dengan gaji pokoknya sebesar Rp.2.046.100,- yang sebelumnya Rp 1.902.300,- dan tertinggi IIId dengan masa kerjaa 32 tahun adalah Rp 3.742.300,- yang sebelumnya Rp 3.332.000,-,sedangkan PNS Golongan IVa dengan masa Kerja 0 tahun adalah Rp 2.436.100,- yang sebelumnya dengan gaji Rp 2.245.000,- sedangkan tertinggi untuk golongan IVe dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp 4.608.700,- yang sebelumnya mendapatkan gaji Rp 4.100.000,-,atas kenaikan gaji PNS tersebut banyak kalangan masyarakat berharap penuh atas meningkatnya Pelayanan yang dilakukan leh PNS terhadap masyarakat.
Pengamat Pemerintahan kota Cirebon, Ir. H.Joko Hadiatmo mengatakan”Adanya kenaikan gaji PNS haruslah dibarengi dengan kenaikan Pelayanan terhadap masyarakat,karena selama ini masyarakat banyak yang mengeluhkan adanya pelayanan yang kurang memuaskan dari berbagai Dinas atau Kantor Pelayanan,hal ini haruslah segera dilakukan perubahan,pemerintah sendiri menaikan gaji PNS dalam rangka mensejahterakan PNS dan juga mendorong peningkatan Pelayanan yang lebih baik,” katanya kepada SC, Kamis (19/4).
Menurut Joko Kenaikan gaji PNS harus dibarengi juga penerapan Disiplin PNS, hal ini karena masih ada PNS yang terlambat masuk Kantor dan bermalas-malasan, bahkan terkadang masih ditemui oknum PNS yang sengaja bolos Kerja hanya karena sesuatu hal yang tidak penting, seperti diberitakan pada media-media baik lokal maupun Nasional, banyak seorang oknum PNS masih sering ditemui di pusat-pusat perbelanjaan dan tempat hiburan lainnya pada saat jam Kerja,ini jelas akan mencoreng upaya pemerintah untuk menerapkan Disiplin terhadap PNS, saya berharap untuk kenaikan gaji PNS kali ini dapat mengubah apa yang tidak baik pada prilaku PNS baik di Kota Cirebon maupun diseluruh Negara Indonesia yang tercinta ini. (CD/SC)

Pembangunan Bendung Karet Waledan Berikan banyak Manfaat bagi Masyarakat Setempat


CIREBON, (SC).-
Sungai jangan dianggap ancaman tetapi sebagai peluang yang harus dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat disekitar bantaran sungai atau tanggul sungai, meski membutuhkan modal dan investasi. Sungai termasuk aset bukan tantangan, memang kalau tidak dapat mengelola keberadaan sungai jelas mendapat ancaman karena dihantam banjir maupun terguras oleh abrasi. Sungai menjadi potensi atau menjadi manfaat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri memiliki banyak sungai besar maupun anak-anak sungai yang bermuara dari hulu ke hilir  yang bisa dimanfaatkan ataupun dikelola menjadi potensi ekonomi daerah.
Menurut Ir. H. Bebi Hendrawibawa, MT. selaku Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pengelolaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) khususnya terkait dengan Pembangunan Bendung Karet Kabupaten Indramayu yang tengah berjalan atau memasuki tahun ke 2 yang dibiayai dari sumber dana APBN Tahun  2011, tahun 2012 dan tahun 2013 (multi years-red) sebesar Rp 103.307.000.000,- Dengan lingkup pekerjaan pondasi, rumah pompa, bak kontrol, filtrasi, jembatan penyeberangan, revetment, jalan inspeksi, karet bendung karet dan mekanikal, pintu pembilas. Proyek ini diperkirakan selesai dan bisa dioperasikan tahun 2013. Seperti diketahui kebutuhan air baku semakin lama semakin meningkat, sementara ketersediaan air semakin terbatas, ujarnya kepada Suara Cirebon.
Ditambahkan Bebi, dalam rangka peningkatan kebutuhan air itu sejalan dengan adanya peningkatan jumlah penduduk, fasilitas pemukiman dan kebutuhan air irigasi. “Hal ini semakin terasa apabila musim kemarau tiba, Bendung Karet Waledan itu sangat strategis untuk mengatasi persoalan-persoalan baik kekeringan maupun banjir,” tegasnya.
Masih menurut Bebi, fungsi utama bendung karet adalah pemanfaatan alur sungai sebagai penampungan air memanjang pada musim kemarau, tanpa menyebabkan dampak banjir pada musim hujan. Hal ini tercapai karena pada musim kemarau bendung karet dikembangkan/ditutup dan pada musim hujan di kempiskan/dibuka. Jika bendung karet tersebut terletak didaerah pesisir yang terpengaruh oleh intrusi air laut yang asin, maka fungsinya akan bertambah yaitu sebagai pencegah masuknya air asin ke hulu.
Sedangkan tujuannya untuk penyediaan air baku untuk keperluan sehari-hari bagi penduduk sekitarnya, perikanan ,pertanian,peternakan, terutama untuk air minum, air baku domestik. Karena disana kalau musim kemarau pengambilan airnya dari sungai rambatan, karena air laut masuk, setelah ada bendung karet nanti air laut tidak bisa masuk karena ada karet tersebut dampak sumur air tanah menjadi bagus. Selain itu dapat mencegah instrusi air laut di daerah sekitarnya pada pertanian produktif, pemukiman terutama di musim kemarau sehingga dapat memperbaiki lingkungan hidup di daerah tersebut. Juga menyediakan air irigasi pedesaan seluas lebih kurang 700 ha untuk sawah dan sekitarnya. Yang lebihpenting lagi terutama Pengendalian banjir dan menambah kesejahteraan masyarakat desa tersebut,” papar Bebi. (Handi SC/)

Bupati Lantik 5 Kuwu


Pesan Bupati, Kuatkan semangkat kemitraan antara BPD dan Desa agar bisa berjalan seiring sejalan dalam membangun kemajuan dan keinginan rakyat desanya.

CIREBON, (SC).- Di Rumah Dinasnya, di Jalan Kartini No. 1 Cirebon, Bupati Cirebon, Drs H Dedi Supardi MM, Jum’at (13/04), melantik lima Kuwu hasil pemilihan di lima desa. Kelima Kuwu yang dilantik adalah Abdurrochman Kuwu Karang Sembung Kec.Arjawinangun, Kusmana Kuwu Kudukeras Kec. Babakan, Sanija Kuwu Tangkil Kec. Susukan, Iing Iswara,  A.md.Pd Kuwu Panongan Kec.Sedong dan Solikhin Kuwu Weru Kidul Kecamatan Weru. Kelimanya pun mendapat pesan agar tetap memperkuat semangat kemitraan yang sejalan antara BPD dan desa dan ikhlas dalam mengemban tugas.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa, Panitia Pemilihan Kuwu, maupun kepada mantan-mantan Kuwu beserta jajaranya, serta seluruh masyarakat desa yang telah menyukseskan proses pemilihan kuwu dengan aman, damai dan kondusif. Sedang pelantikan tersebut tampak hadir sejumlah pejabat di antaranya unsur Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Muspida, Wakil Bupati H. Ason Sukasa, Sm.Hk, serta para Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Cirebon.   
Menurut Bupati, konteks penyelenggaraan Pemerintahan Desa, yang di dalamnya termasuk Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa, perlu diupayakan dengan sungguh-sungguh, agar terpelihara semangat kemitraan yang kuat antara BPD dan Pemerintah Desa, keduanya harus melangkah seiring sejalan dalam format kelembagaan yang serasi untuk kemudian bergerak bersama-sama memperjuangkan kebutuhan dan keinginan rakyat.
Selanjutnya Bupati juga berpesan kepada para Kuwu yang dilantik, agar ikhlas dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya sebagai pimpinan pemerintah desa serta mampu menjalankan pembinaan yang persuasif dan edukatif, sehingga rakyat rela dan ikhlas memberikan partisipasi aktif bagi kemajuan desanya. Sedang kepada Ketua dan seluruh Anggota Badan Permusyawaratan Desa diminta agar dapat menangkap dan mencerna suara aspirasi rakyat dengan arif dan cermat serta segera diolah dan diproses dalam forum yang tepat, sehingga hasil akhir dari perumusan yang ditetapkan, akan menghasilkan solusi yang tepat dan akurat serta merupakan upaya pemenuhan keinginan rakyat banyak. (Admin/SC**)

Cirebon Berpotensi untuk Dijadikan Proyek Inovasi Jawa Barat 2012


SUMBER, (SC).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melihat bahwa Cirebon merupakan daerah berpotensi bagi pengembangan daerah untuk lebih maju. Untuk itu, melalui Badan KPPP Provinsi Jawa Barat, Kamis,( 29/04) lalu diadakan kegiatan sosialisasi Anugerah Inovasi Jawa Barat Tahun 2012 yang dihadiri utusan kabupaten dan kota se-wilayah 3 Cirebon,  bertempat di Gedung Negara Cirebon. Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Penelitian Provinsi Jawa Barat dan Kepala BKPP beserta jajarannya serta sejumlah undangan lainnya.
Sekretaris BKPP Cirebon, menyatakan bahwa Cirebon sangat berpotensi dalam berbagai hal dan sangat tepat untuk dijadikan proyek inovasi Jawa Barat 2012. Selama ini warga Cirebon sangat memimpikan hal tersebut, namun baru sekarang bisa terwujud. Beliau juga mengharapkan kepada daerah setempat agar dapat menyeleksi hasil yang dapat dibanggakan sehingga pada saatnya nanti dapat membawa keharuman Cirebon.
Sementara Sekda Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya sosialisasi Anugerah Inovasi Jawa Barat 2012 ini adalah untuk memberikan aspirasi dan motivasi kepada daerah agar mempunyai kemampuan sehingga dari kemampuanya tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah, baik yang terdiri dari kelompok maupun perorangan. Semua itu dinilai dengan hak yang sama.
Sedangkan menurut Ketua Panitia Sosialisasi Inovasi Jawa Barat 2012, bawa dengan adanya sosialisasi ini diharapkan akan muncul pemikir dan pencipta baru di jajaran jawa barat sehingga hasil pemikiran dan penemuannnya itu dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Usai kegiatan ini, kemudian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi dari nara sumber Balai Penelitian Prop.Jabar. (DC/SC**)

Hari Jadi Kabupaten Cirebon Diiringi Dzikir dan Tablig Akbar


Kab. Cirebon, (SC).- Dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon yang ke-530, Pantia Hari jadi melaksanakan kegiatan Dzikir dan Tablig Akbar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Sumber lantai atas. Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Cirebon, Anggota DPRD, Muspida Cirebon, Ketua  MUI, Pejabat Setda, PNS di lingkungan Pemda serta undangan dan masyarakat.
Pada acara ini, Wakil Bupati Cirebon, H.Ason Sukasa,Sm.Hk mengharapkan, dengan adanya dzikir dan tablig akbar pada acara hari jadi Kabupaten Cirebon yang ke 530 bisa menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai daerah religi yang mengedepankan suasana nyaman, aman dan kondusif. Selain itu, juga sebagai wujud untuk meningkatkan iman dan taqwa warga masyarakat Kabupaten Cirebon
Sedang menurut KH. Mustapa Aqil Sirad, dalam tausyiahnya menjelaskan, bahwa pembangunan di Kabupaten Cirebon harus dipacu oleh pembangunan mental dan iman para pejabat, pelaku, pelaksana serta masyarakat pengguna pembangunan yang semakin tebal, sehingga antara pengguna dan pelaksana pembangunan ada suatu  ikatan dan pada akhirnya diridhoi Allah SWT. (DC/SC**)

Meriahkan Hari Jadi Kab.Cirebon Bupati Ajak Warga Ikut Lomba Memancing


Kab. Cirebon, (SC).-
Dalam rangka hari jadi Kabupaten Cirebon ke-530, Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM ajak warga ikuti meriahkan dengan lomba memancing. Acara tersebut digelar pada Minggu (01/04) lalu di kolam pemancingan Desa Kedongdong Kidul Kec.Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Sedikitnya sekitar 80 pemancing mania, siap memeriahkan Hari jadi Kab. Cirebon. Di antara mereka pun tampak terlihat keakraban antara peserta satu dengan peserta lainnya.
Bupati Cirebon, Drs. Dedi Supardi, MM yang membuka acara ini mengharapkan, dengan adanya lomba memancing ini kita dapat bersilaturahmi, serta meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam menjalankan roda pembangunan di Kabupaten Cirebon. Berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka hari jadi Kabupaten Cirebon ke-530 bukan semata-mata kemeriahan, namun di balik itu semua kita ambil faedahnya agar warga masyarakat mengetahui sejauh mana pembangunan yang telah dicapai oleh Kabupaten Cirebon yang usianya sudah 530 tahun ini.
Sementara saat akan dimulainya perlombaan ini, Ketua Pelaksana kegiatan lomba memancing terlihat terlebih dahulu memberikan penjelasan tetang tata tertib termasuk pengundian lapak memancing. Peserta pun satu persatu mulai memahmi aturan mainnya dan mereka pun  sangat antusias dengan kegiatan tersebut. “Ya, saya senang sekali ikut memeriahkan hari jadi Kab.Cirebon dengan kegiatan lomba memancing, mudah-mudahan tahun depan pun bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Apalagi hadiahnya berupa sepeda motor Vario, sepeda gunung serta beberapa hadiah hiburan baik dari pihak sponsor maupun dari panitia,” pinta salah satu peserta yang menganggap kegiatan ini cukup positif dan bisa menjadi pemersatu antar warga. (DC/SC**)

Panen GP3K PT Pertani di Desa Bayulangu Kidul Kec. Gegesik



Kab. Cirebon, (SC).-
Wakil Bupati Cirebon, H.Ason Sukasa SmHk., bersama Istri Menag BUMN Dahlan Iskan, Nafsiah Sabri, melakukan panen raya di Desa Bayulangu Kidul Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon, Rabu, (18/04). Pada acara tampak hadir Kadistanbunakhut Ir.Ali Effendi, MM., Dirut PT Pertani, Ir Dwi Antono dan Direktur Keuangan PGN M. Riza Pahlevi. Sementara panen tersebut dilakukan dengan cara pemotongan padi dengan menggunakan alat tradisional seperti ani-ani dan arit.
Tak hanya alat tradisonal, Wakil Bupati H. Ason Sukasa SmHk dan Nafsiah Sabri juga mempergunakan inovasi teknologi panen dengan menaiki mobil perontok padi hanya dengan wktu 15 menit. “Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra produksi pangan di tingkat Regional dan Nasional dengan penduduk yang berjumlah 2 juta jiwa sebagian besar hidup dari pertanian, 54.581 hektar merupakan lahan pertanian oleh karena itu pembangunan masyarakat Kabupaten Cirebon telah dan terus dituntut berperan dalam penyediaan sumber bahan pangan dan bahan baku industri pangan,” terang Wabup.
Dikatakan bahwa pada musim tanam 2010/2011 Kabupaten Cirebon mendapat urutan ke lima dalam penyediaan beras tingkat Provinsi Jawa Barat dan Jawa Barat merupakan peringkat Pertama dalam penyediaan beras tingkat nasional. Produksi beras Jawa Barat sebesar lebih dari 11 juta ton di antaranya 360.161 ton berasal dari Kabupaten Cirebon. Program ketahanan pangan khususnya beras Pemerintah Kabupaten Cirebon yang didukung oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi telah melakukan kegiatan bantuan, diantaranya adalah alat mesin pertanian (Traktor, Pompa Air, Power Threser, RMU), Jalan Usaha Tani, SL-PTT, SL-IKLIM, SL-PHT, Optimasi Lahan, Pupuk Organik, Perbaikan Jaringan Irigasi baik pada Irigasi Tersier maupun Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT), Jarinag Irigasi Desa (JIDES), serta program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Koorporasi (GP3K) yang dilaksanakan bersama dengan PT Pertani. (Adm/SC**)

Pemkab Siapkan Program Adipura Tahun 2011/2012



CIREBON, (SC).- Bertempat di ruang kerja Bupati Cirebon, Kamis (12/04), Bupati langsung membuka rapat Teknis Pemantauan Program Adipura Tahun 2011/2012. Pada rapat ini sejumlah pejabat hadir seperti anggota DPRD Kabupaten Cirebon komisi III, unsure Muspida, Tim BLHD Provinsi Jawa Barat, Kepala OPD se-Kabupaten Cirebon, Camat terkait serta undangan lainnya.
Bupati Cirebon, Drs.H.Dedi Supardi,MM dalam sambutannya meminta kepada semua OPD, Kebersiahan, Keamanan dan ketertiban di lingkungan Kabupaten Cirebon selalu dijaga dan semoga Pemerintah Kabupaten Cirebon mendapatkan Adipura tahun 2012. Beliau juga mengajak kepada semuanya untuk bekerjasama, bahu membahu, berkoordinasi dan menyikapi dengan  baik untuk memperebutkan piala adipura tersebut. Selain itu, pihak tim BLHD Provinsi juga untuk bisa melihat bahwa lingkungan Sumber adalah lingkungan yang  bersih dan layak untuk mendapatkan penghargaan adipura.
Sedang menurut laporan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cirebon, H. Sono Suprapto, S.Sos, M.Si yang disampaikan dalam rapat tersebut, program Adipura tahun 2012 ini merupakan program pemerintah Kabupaten Cirebon  dalam rangka perwujudan masyarakat yang sehat dan berwawasan luas. Beliau juga menyampaikan tujuannya yaitu mensosialisasikan tentang adipura, meningkatkan wawasan, membangun masyarakat yang sehat dan bersih, merencanakan secara teknis dengan sasaran yang tepat. (Humas/SC**)

Puncak Acara Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ke-530 50 Anak Dikhitan Massal



SUMBER, (SC).- Puncak acara Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke 530 yang dipusatkan di gedung DPRD Kabupaten Cirebon, pada Senin (02/04), dilaksanakan khitanan massal sebanyak 50 anak dari tiap kecamatan. Setiap kecamatan terdapat satu  anak dan ditambah dengan anak yatim. Selain penyelenggaraan sunatan massal, di gedung inipun dilangsungkan dengan Sidang Paripurna  DPRD.
“Usia Kabupaten Cirebon yang ke 530 banyak sekali prestasi yang telah  didapat Kabupaten Cirebon dalam mengembangkan pembangunannya di segala sector. Terbukti dengan diraihnya banyak piala tingkat nasional, untuk itu mari kita pertahankan prestasi tersebut dan kita lanjutkan pembangunan ini agar menjadi lebih maju lagi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Drs. H. Tasiya Soemadi, MM pada sambutannya.
Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM pada acara hari jadi Kabupaten Cirebon ke-530 mengajak kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Cirebon yang bisa menjaga keamanan dan ketertiban sehingga pembangunan di Kabupaten Cirebon tidak mengalami hambatan yang berarti. Pada kesempatan tersebut Dedi Supardi dan keluarga meminta maaf yang setulusnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon mempunyai kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja, karena saya dan keluarga hanya sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan.
Kepala BKPP H. Ano Sutrisno menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon akhir-akhir ini selalu mendapatkan prestasi yang menggembirakan baik di bidang pembangunan fisik maupun mental makanya tak heran bila Kabupaten Cirebon selalu mendapatkan predikat yang cukup baik. (DC/Hum/SC**)

Satuan Perlindungan Masyarakat Kini Berusia 50 Tahun



SUMBER, (SC).- Institusi Satuan Perlindungan Masyarakat ternyata sudah memasuki usianya  yang ke 50 tahun. Usia yang setara dengan setengah abad ini tentu telah memberikan banyak warna atas pengabdian kantor ini kepada masyarakat Kabupaten Cirebon. Puncaknya upacara peringatan hari ulang tahun ke-50 Satuan Perlindungan Masyarakat (LINMAS) tersebut langsung dipimpin Wakil Bupati Cirebon, H.Ason Sukasa SmHk, Senin (19/04), di lapangan Pataraksa Sumber. Hadir pada acara ini dari unsur Muspida, Para Kepala OPD, serta Satuan LINMAS seluruh Kabupaten Cirebon.
Dijelaskan, peringatan HUT tahun ini, panitia penyelenggara mengambil tema “Satuan Perlindungan Masyarakat Siap Mengemban Tugas Dalam Membantu Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana”. Wakil Bupati dalam sambutan Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi SH, MM mengatakan, beberapa peristiwa bencana telah kita rasakan dengan pedih tetapi sebagai catatan sejarah bahwa bencana bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan dapat menimpa siapa saja. Oleh karena itu, kita dituntut selalu siap dan waspada untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana yang ditimbulkan oleh alam, non alam maupun bencana sosial, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan, kerugian harta benda maupun korban jiwa.
Satuan Perlindungan Masyarakat sebagai garda terdepan Pemerintah Daerah dalam membantu mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat bencana alam, non alam maupun bencana sosial sebagai mobilsan yang sewaktu-waktu siap untuk dimobilisasi sebagai komponen cadangan negara. (Adm/SC*)

Bupati Cirebon Santuni 2000 Anak Yatim Piatu



CIREBON, (SC).- Dalam rangka membagi kebahagiaan dan meneruskan jejak Sunan Gunung Jati, Kamis (12/04), Bupati Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, MM memberikan santunan kepada 2000 anak yatim piatu di masjid Al-Ikhlas Talun. Acara tersebut dihadiri para Pejabat, Ketua DPRD, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Ketua DPD PDIP Jawa Barat beserta simpatisan, serta Ketua MUI Kabupaten Cirebon dan sejumlah undangan lainnya.
Pemberian santunan ini bertujuan agar para anak yatim piatu tidak merasa berkecil hati serta dapat berbagi kebahagiaan antar sesama,  sehingga warga masyarakat di Kabupaten Cirebon bisa merasakan kebahagiaan atas keberhasilan pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. Usai penyerahan santuan, acara kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan tausyiah dari KH. Mustafa Aqil Syirod.
Dalam tausiyahnya, wajib hukumnya bagi kita untuk memperhatikan serta menyantuni anak yatim piatu, karena  ini merupakan perintah Allah  SWT  dan dari sebagian rizki yang kita dapatkan ada hak yatim piatu dan fakir miskin. Sebagai penutup dari acara tersebut, kemudian akhiri dengan ramah tamah antara Bupati Cirebon dengan para pejabat dan anak yatim piatu. (Rully/ Edy.S/SC*)

Minggu, 03 Juni 2012

Menteri Pekerjaan Umum Lantik Dirjen SDA 55 Pejabat di Sumpah


CIREBON, (SC).- Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto belum lama ini melantik Mohammad Hasan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ( Balitbang ). Kini Mohamad Hasan menjadi Dirjen SDA yang sebelumnya dijabat oleh Mohammad Amron. Selain ditingkat eselon I dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelentikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural eselon II dan III di lingkungan Kementerian PU sebanyak 55 pejabat.  
Dalam sambutannya, Menteri PU mengharapkan agar para pejabat yang dilantik dapat meningkatkan kualitas kinerjanya kearah yang lebih baik, sehingga dapat diwujudkan SDM aparatur yang lebih prefesional dan handal dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Selain itu dalam kesempatan tersebut Djoko menyampaikan bahwa Kementerian PU telah memasuki era reformasi birokrasi yang ditandai dengan penanda tanganan Berita Acara Hasil Validasi Kelas Jabatan yang dilakukan bersama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara.
Lalu untuk mendukung program pemberantasan korupsi , tak lupa saya minta para pejabat eselon I dan eselon II untuk segera melakukan pelaporan LHKPN ( Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Nagara ) kepada KPK yang harus segera dilakukan minimal 3 bulan setelah menduduki jabatan dan melakukan pelaporan kembali setiap 2 tahun sekali atau adanya mutasi jabatan. Untuk pejabat struktural eselon II a di lingkungan Sekretariat Jendral terdapat 2 pejabat yang dilantik, sementara dilingkungan Ditjen SDA, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, BP Konstruksi dan Balitbang masing-masing 1 pejabat yang dilantik ( II a ).
Untuk pejabat eselon II b di lingkungan Ditjen SDA terdapat 4 pejabat yng dilantik, di lingkungan Ditjen Bina Marga 1 pejabat. Sedangkan pejabat struktural eselon III a yang dilantik di lingkungan Ditjen Penataan Ruang terdapat 4 pejabat, di lingkungan Ditjen SDA ada 8 pejabat, dilingkungan Ditjen Bina Marga terdapat 2 pejabat, sedangkan dilingkungan Ditjen Cipta Karya 1 pejabat dan terakhir dari lingkungan BP Konstruksi 7 pejabat . Berikut ini daftar nama pejabat yang dilantik oleh Menteri Pekerjaan Umum di lingkungan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, diantaranya pejabat eselon IIIa, yakni Ir.Syafrudin,Dipl.HE. yang kini menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Subdit Wil I Dit. Irigasi dan Rawa
Sedang bagi pejabat di Eselon III B, diantaranya  Nindyo Purnomo, SH, MH dengan jabatan baru sebagai Kabag TU BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Ir. Muhammad Rizal, M.Sc yakni jabatan baru Kabid. PJSA BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Ir. Triyono Tulus Setyawan, M.Eng jabatan baru sebagai Kabid. Program dan Perencanaan Umum BBWS Cimanuk-Cisanggarung. (Handi/SC)

Persaingan Suara Cukup Ketat Bambang Mujiarto Akhirnya Pimpin KNPI Kabupaten Cirebon


CIREBON, (SC).- Persaingan memperebutkan posisi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Musyawarah Daerah (Musda) XII KNPI di Hotel Apita, Sabtu (07/04), terlihat cukup alot. Kandidat satu dan lainnya harus saling berkejaran suara, hingga akhirnya harus dilanjutkan pada putaran kedua. Meski alot, Bambang Mujiarto akhirnya terpilih sebagai Ketua KNPI dan berhasil meninggalkan raihan suara kandidat lainnya. 
Berdasarkan pantauan Suara Cirebon di lapangan, pemilihan calon ketua KNPI Kabupaten Cirebon untuk periode 2012-2015 memang terasa berbeda, selain antusiasme peserta yang begitu tinggi juga dalam proses pemilihannya  terjadi dua putaran. Soal pemilihan yang dilanjutkan ke putaran yang kedua disebabkan tidak ada satupun calon yang memenuhi suara diatas 50%.  Sementara dalam Musda KNPI ke XII ini terdapat empat bakal calon yang berhak mengikuti pemilihan, diantaranya  Bambang Mujiarto, Ibnu Kasir, Mujahid dan Ibnu Saechu.
Sementara itu, saat memasuki pada putaran pertama, Bambang hanya mampu meraup 34 suara, Ibnu Kasir 28 suara, Mujahid 10 suara dan Ibnu Saechu tidak memperoleh suara dan 1 suara abstain. Hasil putaran pertama menurut tata tertib Musda hanya Bambang dan Ibnu Kasir yang berhak mengikuti putaran selanjutnya. Maka pada putaran kedua inilah Bambang berhasil terpilih sebagai Ketua KNPI dengan raihan 37 suara dari 73 jumlah keseluruhan suara yang diperebutkan. Sedangkan Ibnu Kasir hanya  mendapatkan 35 suara, sedang 1 suara abstain.
“Alhamdulillah, saya patut mengucapkan terima kasih kepada peserta muskab yang telah memberikan kepercayaan ini dan saya akan menampung aspirasi dari hasil muskab sebagai bahan pertimbangan program KNPI tiga tahun kedepan. Yang pasti kedepan saya siap mengubah pradigma ditubuh KNPI, Pemuda di Kabupaten Cirebon akan disatukan dibawah naungan KNPI,” ucapnya. (Handi/SC**)

Program Pelayanan Terpadu (Yandu) Pemkab, Polres dan Kodim 0620 Buat Nota Kesepakatan "MOU"


SUMBER, (SC).- Terkait pelayanan terpadu (Yandu), Pemkab Sumber, Polres dan Kodim 0620 membuat nota kesepakatan bersama. Acara ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Cirebon pada Kamis (5/4) lalu. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Cirebon H.Dedi Supardi MM, Kapolres Cirebon, AKBP Hero Henrianto Bachtiar, Dandim 0620 Cirebon Letkol Arh Jamaah serta Kajari Sumber, Mahyuanti Laorani, SH, MH. Selain itu, Ketua MUI, Para Kepala Dinas, Camat, Kapolsek, Danramil se kabupaten Cirebon juga perwakilan para  kuwu pun turut hadir dalam acara ini.
Pelayanan terpadu merupakan pelayanan yang sangat sinergi antara Pemda, Polri dan TNI. Penandatanganan nota kesepakatan ini dimaksud agar program Yandu yang digagas Kapolres Cirebon dapat diterima dan direalisasikan keseluruh kecamatan yang ada di kabupaten cirebon.
Program Yandu merupakan upaya jemput bola instansi terkait dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan baik, cepat dan terjangkau. “kebersamaan bukan hanya slogan saja tapi betul-betul direalisasikan dilapangan,”  tegas Kapolres Cirebon.
Pelayanan yang dimaksud meliputi pelayanan yang biasa dilakukan di kantor Polisi seperti, SKCK, ijin keramaian,laporan pengaduan, laporan kehilangan dan informasi kepolisian yang lainnya, baik yang menyangkut soal pembuatan SIM, informasi pendaftaran AKPOL dan lain sebagainya. Sementara untuk Pelayanan Pemda meliputi pelayanan yang biasa diurus di kecamatan seperti, pelayanan Akte Kelahiran, e-KTP, dan pembuatan KK.  Sedangkan pelayanan TNI meliputi informasi bela negara dan Pendaftaran calon Tamtama.
Program ini dilaksanakan dengan cara turun ke masyarakat, baik yang di desa maupun pusat keramaian. Prakarsa utamanya adalah polsek, koramil dan kecamatan. Gabungan tiga instansi akan giat ke masyarakat langsung, terutama pada setiap selasa dan kamis, yang dilakukan secara bergilir baik ke desa-desa maupun ke pusat keramaian,” ujar Dandim 0620, Sumber.  
Sementara Bupati Cirebon menyatakan mendukung sepenuhnya atas program Yandu ini. Bagi Bupati yang terpenting adalah sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian untuk kepentingan rakyat. Bahkan Bupati menginstrusikan kepada para camat untuk mendukung dan melaksanakan program ini tanpa pamrih. “terima kasih kepada Bapak Kapolres atas prakarsanya, demi kepentingan rakyat, saya sangat setuju,” tegas Dedi Supardi. (Handi/SC)

Reformasi Birokrasi Harga Mati


CIREBON, (SC).- Reformasi birokrasi memang menjadi salah satu agenda tuntutan rakyat saat meletusnya reformasi pada tahun 1997 silam. Kini reformasi birokrasi itu tengah dilakukan secara bertahap oleh semua instansi pemerintah, dengan tujuan sebagai upaya berkelanjutan yang setiap tahapannya memberikan atau menuju perbaikan birokrasi kearah yang lebih baik. Beberapa tahapan yang akan dituju adalah pada saatnya nanti diharapkan sudah berhasil mencapai penguatan dalam beberapa hal.
Di antaranya, penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), kualitas pelayanan public, kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi,  profesionalisme SDM aparatur yang didukung oleh sistem rekrutmen dan promosi aparatur yang berbasis kompetensi, transparan dan mampu mendorong mobilitas aparatur antar daerah, antar pusat dan antara pusat dengan daerah serta memperoleh gaji dan bentuk jaminan kesejahteraan yang sepadan.
Pencapaian sasaran di atas dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat menghasilkan tata pemerintahan yang berkualitas. Sebagai ukuran sebuah daerah yang baik kualitas tata pemerintahannya ditandai paling tidak dengan tidak adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), tidak adanya pelanggaran Peraturan dan Perundang-undangan, anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya (APBD) berjalan baik dan benar, semua program yang direncanakan dapat selesai sesuai jadwal dan anggaran, semua perijinan bisa selesai dengan cepat, tepat dan terjangkau oleh masyarakat sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang telah ditetapkan.
Selanjutnya adalah terjalinnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat secara baik, penggunaan waktu (jam kerja yang efektif dan produktif, penerapan reward dan punishment secara konsisten dan berkelanjutan, hasil pembangunan yang nyata (pro pertumbuhan ekonomi, pro lapangan kerja dan pro pengurangan kemiskinan) artinya hasil pembangunan bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dapat mengurangi kemiskinan dan mampu memperbaiki kesejahteraan rakyat.
Untuk itu aparatur pemerintahan harus sadar bahwa Reformasi Birokrasi akan mengubah birokrasi pemerintah menjadi birokrasi yang kuat dan mampu memberikan fasilitasi dan pelayanan publik yang prima dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Reformasi Birokrasi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, konsisten, melembaga, bertahap dan berkelanjutan, dengan demikian diharapkan akan terbentuk birokrasi yang mampu mendukung dan mempercepat keberhasilan pembangunan di berbagai bidang. (BKC/SC*)

Pemkab Cirebon Lepas 41 Kafilah MTQ



CIREBON, (SC).- Pelaksanaan MTQ ke-32 tingkat Propinsi Jawa Barat kembali dilangsungkan pada tanggal 21 sampai 27 April Tahun 2012 di Kabupaten Karawang. Kabupaten Cirebon, dengan memberangkatkan sedikitnya 41 kafilah. Mereka telah disiakan untuk mengikuti cabang-cabang Tilawah, Tahfidz/Hafalan Al-Qur’an, Tafsir, MSQ (Musabaqoh Syarkhil Qur’an), MFQ (Musabaqoh Fahmil Qur’an) / Cerdas Cermat, MKQ (Musabaqoh Kaligrafi Qur’an), dan M2IQ    (Musabaqoh Makalah Isi Qur’an).
“Mengembangkan baca Al-Qur’an, isi Al-Qur’an dan pemahaman seni Al-Qur’an merupakan tujuan utama dari pelaksanaan penyelenggaraan MTQ Ke-32 di Kabupaten Karawang ini”, ucap ketua LPTQ Kabupaten Cirebon, H. Ason Sukasa, Sm.Hk, dalam acara Pelepasan Khafilah Kabupaten Cirebon di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin, (9/4).  Sedangkan Bupat Cirebon Drs. H.Dedi Supardi, MM mengharapkan pengembangan syiar Islam di Kabupaten Cirebon dapat berkembang lebih baik dan pihaknya sangat berterima kasih kepada para kiyai di Kabupaten Cirebon atas sumbangsih dalam mengembangkan dan memajukan pundi-pundi islam serta mendidik muridnya senantiasa menjadi calon-calon kafilah yang mahir membaca dan memaknai kandungan dalam Al-Qur’an.
Sementara itu, kegiatan pelepasan 41 kafilah ini juga dihadiri unsur Muspida, Kepala OPD, Pembina MTQ dan Para Peserta Kabupaten Cirebon, serta acara tersebut di tutup dengan pembacaan doa secara hikmat. “semoga 41 kafilah Kab.Cirebon tetap diberikan kesehatan dan sukses dalam mengikuti rangkaian acara ini,” ujar Bupati Cirebon. (CK/SC**)

Sekda, Drs. H. A. Zainal Abidin Rusyamsi,MM Buka Lomba Desa Tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2012


SUMBER, (SC).- Tahun ini Pemkab Kab.Cirebon kembali membuka lomba desa tingkat kabupaten  tahun 2012. Lomba ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pemerintahan ditingkat desa agar mampu mendorong dan memajukan desanya  di berbagai sektor pembangunan, baik fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun daya beli masyarakat. 
Kegiatan tersebut langsung dibuka Sekda Kab.Cirebon, Drs H A Zainal Rusyami MM, Kamis, (5/4) diruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon dan dihadiri oleh Kepala OPD dan  Camat Se Kabupaten Cirebon, Tim Penilai, BPD, LPMD, PKK, Kuwu serta  undangan lainnnya.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD),  Drs. H. Rahmat Sutrisno, Msi juga terlihat pada kegiatan ini.
Materi yang akan dinilai pada lomba desa ini, menurut Drs. H.A.Zainal Abidin Rusyamsi,MM  meliputi bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan desa, lembaga masyarakat dan PKK. Sementara Sekda Kabupaten Cirebon mengharapkan dengan adanya lomba desa ini masyarakat desa dan perangkatnya diharapkan dapat termotivasi untuk lebih meningkatkan kemajuan disemua unsur yang ada di desanya. (CK/SC**)

Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ke-530 Ribuan Peserta Ramaikan Jalan Santai


(SUMBER, (SC).- Pesta HUT Kab.Cirebon kali ini mendapat sambutan meriah dari ribuan warga. Terbukti jalan santai yang digelar panitia Hari Jadi Kab.Cirebon, Jum’at (30/03) lalu banyak diikuti ribuan warga Kabupaten dan sekitarnya. Tak hanya itu, pejabat tinggi Pemkab pun ikut serta memeriahkan acara jalan santai ini bersama warga. Seperti Sekda Kab.Cirebon Drs. H. A. Zainal Abidin Rusamsi, MM terlihat berbaur ikut berjalan kaki bersama warga lainnya.
Jalan santai sendiri mengambil rute start dan finis di Lapang Pataraksa depan kantor Bupati Cirebon. Acara jalan santai tersebut memperebutkan hadiah utama dua buah sepeda motor, serta hadiah menarik lainnya seperti 1 buah lemari es, televisi 21 inci, dua buah sepeda gunung dan sejumlah hadiah hiburan lainnya. Sementara jalan santai ini langsung dilepas wakil Bupati Cirebon yang diikuti pada anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Unsur Muspida, Kepala Dinas serta Camat se-Kabupaten Cirebon dan peserta dari seluruh OPD Kabupaten Cirebon.
Dengan disaksikan ribuan peserta dan undangan, Wakil Bupati Cirebon  H. Ason Sukasa pun diatas panggung berkenan mengambil kupon hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan sekaligus menyerahkan secara langsung  kepada  peserta lomba yang beruntung, sebagai tanda berakhirnya kegiatan jalan santai. (CK/SC)

UPTD Pertanian Targetkan Produksi 10 Persen


INDRAMAYU, (SC).- Program UPTD Pertanian yang meliputi 4 Kecamatan, Juntinyuat, Karangampel, Krangkeng dan Kedokan Bunder harus tercapai target produksi 10%. Target ini menurut Kepala UPTD Pertanian, Ir.H.Ikhwan untuk mensejahterakan para petani. Untuk itu, target 10% harus benar-benar digenjot agar berhasil tercapai. Mungkin hanya di Kecamatan Kedokan Bunder saja ada Pelaksana Sendiri EVO. Sedang untuk Program SLPTT hampir semuanya dapat tersebar dengan baik, kecuali untuk Kecamatan Krangkeng kelompok taninya menolak, “Kecamatan Kedokan Bunder t hampir semua kelompok. Sedang Kecamatan Karangampel hanya ada 28 Kelompok ditambah hibrida menjadi 30 kelompok,” jelasnya.
Menurut H.Ikhwan, Persyaratannya sudah terpenuhi semua tinggal menunggu realisasi saja. Sedang kegunaan atau manfaatnya untuk pertemuan 10 kali juga untuk LL, kenndati hanya LL yang satu hektar yang hanya dapat dipenuhi sarana pupuknya, dan yang satu hektar lainnya hanya benihnya saja. “ini semua bertujuan supaya tercapai peningkatan produksi yang 10 %,” jelasnya.
Ir.H.Ikhwan selaku UPTD Pertanian juga berharap apa yang menjadi program UPTD ini hanya semata-mata untuk membangun kesejahteraan petani dalam meningkatkan hasil produksinya. Sebab dengan adanya peningkatan produksi target pemerintah pusat berarti tercapai, dan tingakat kesejahteraan para petanipun dengan sendirinya meningkat juga bertambah. “jadi harapan kami program ini berjalan sukses, sehingga petani pun sukses,” harapnya. (M.Karmani S/SC*)